PRIDE AND PREJUDICE AND ZOMBIES (2016)

Dir: Burr Steers
Cast: Lily James, Sam Riley, Bella Heathcote, Jack Houston, Ellie Bamber, Millie Brady, Suki Waterhouse, Douglas Booth, Matt Smith, Jack Huston, Lena Headey


Sebagai sebuah karya sastra berlatar era Victoria, Pride & Prejudice milik Jane Austen sangatlah lekat dalam benak setiap pembacanya dikarenakan buku tersebut salah satu buku sastra populer di seluruh dunia. Ditulis ulang secara kreatif dengan menambahkan unsur zombie oleh Seth Grahame-Smith (Abraham Lincoln: Vampire Hunter), premis zombie di era victoria nampak cukup unik saat film ini pertama kali diumumkan untuk diproduksi.

Berkisah tentang Inggris abad ke-16 di dunia alternatif, dimana virus zombie mewabah dan dikhawatirkan populasi zombie meningkat melebihi populasi manusia yang belum terinfeksi. Mr. Darcy (Sam Riley), sebagai seorang ningrat pemburu zombie yang datang ke kota Hertfordshire demi mendukung sahabatnya Charles Bingley (Douglas Booth) yang jatuh cinta dengan Jane Bennett (Bella Heathcote) salah satu dari lima anak perempuan keluarga Bennett yang cantik. Di sebuah pesta (sekaligus ajang mencari jodoh) Mr. Darcy bertemu dengan Elizabeth 'Lizzy' Bennett (Lily James), dimana keduanya nampak tidak saling tertarik satu sama lain. 


Perseteruan keduanya makin meruncing seiring waktu berjalan. Sikap dingin Mr. Darcy terhadap manusia yang sejalan dengan tugasnya mewaspadai serangan zombie yang dapat menyamar sebagai manusia, serta kebencian Lizzy kepada sosok Mr. Darcy yang dianggapnya sebagai pria bangsawan yang sombong menjadi konflik di dalam film. Sementara romantisme melanda Bingley dengan Jane yang semakin dekat. 

Kemunculan sosok Colonel Wickham (Jack Huston) yang menarik perhatian Lizzy mengubah arah film menjadi cinta segitiga saat Mr. Darcy menyadari ada sesuatu yang istimewa pada Lizzy yang membuatnya tertarik. Kisah mereka sampai di puncaknya saat zombie menyerang kota yang dianggap paling aman di inggris dan menimbulkan pertarungan sengit antara zombie dan manusia.


Sebagai sebuah film yang diangkat dari novel grafis berkisah tentang dunia alternatif dengan zombie di dalamnya, kita boleh saja mengharap fantasi yang lebih berdarah-darah dan sadis. Namun ternyata film ini tidak menampilkan banyak darah. Ironisnya, sama seperti filmnya yang nampak kekurangan darah, lesu sejak awal film. Tidak ada adegan bombastis dan klimaks. Semua berjalan flat begitu saja mengalir, menimbulkan rasa bosan. Saya pikir kelemahan ini muncul di kurang baiknya penulisan naskah dan penyutradaraan yang terkesan lurus-lurus saja, terkesan main aman.

Tentu saja tidak semua unsur di film ini nampak kurang darah, dari sisi set produksi dan desain kostum sangat menonjol di sini. Juga make up dan efek praktis para zombie, walaupun tidak muncul di layar namun mampu tampil sangat baik. Sinematografi dan musik latar tampil baik juga dalam mendukung keseluruhan film. Secara akting paling menonjol menurut saya adalah Bella Heathcote yang bisa tampil malu-malu sekaligus garang dalam bertarung. Sementara Matt Smith menjadi aktor yang terkesan pemula dengan akting kikuknya sebagai pria ceroboh yang banyak omong. Sisanya bermain sesuai kebutuhan kendati tidak luar biasa.

Singkatnya, film ini adalah murni hiburan bagi mereka yang ingin melihat uniknya zombie di era victoria, sangat direkomendasikan bagi penggemar zombie, dan mungkin juga bagi penggemar novel Pride & Prejudice karya Jane Austen.

Rate; 2.5 out of 5 stars

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Flight 7500

MISTERI DILAILA V2 (2019) - THRILLER HOROR DENGAN TATA PRODUKSI APIK

SUNDUL GAN: THE STORY OF KASKUS (2016)