FINDING DORY (2016)

Dir: Andrew Stanton, Angus MacLane
Voice Cast: Ellen DeGeneres, Albert Brooks, Ed O'Neill, Ty Burrell, Kaitlin Olsson
Genre: Animation, Adventure





Finding Nemo adalah salah satu film animasi terbaik yang pernah menghiasi masa kecil dari anak-anak yang pernah menontonya. Keindahan dunia bawah laut ditampilkan begitu indah melalui teknologi Animasi CGI yang memikat dan kekuatan cerita tentang seorang ayah yang mencari anaknya sampai ke ujung dunia dengan bantuan sahabatnya yang setia. Kini, 13 tahun kemudian, kita disuguhkan kisah lain dari dunia bawah laut yang telah membuat kita jatuh cinta sejak lama.

Dory (Ellen DeGeneres), Sahabat Marlin (Albert Brooks) dalam mencari Nemo (Hayden Rolence) di film Finding Nemo dikisahkan mengalami flashback tentang masa kecilnya. Serpihan-serpihan ingatan tersebut membulatkan tekadnya untuk mencari daerah asal-usulnya sekaligus mencari orang tuanya setelah terpisah bertahun-tahun lamanya. Tentu saja sifat paranoid Marlin ditambah dengan penyakit lupa ingatan jangka pendek Dory menghalangi keinginan Dory tersebut.





Perjalanan panjang dengan bantuan kawanan kura-kura menjadi awal perjalanan panjang Dory, Marlin dan Nemo dalam mencari keluarga Dory. Namun pada suatu kejadian Dory terpisah dari Nemo dan Marlin. Merepotkan memang, tapi dengan begitu kisah film ini jadi seru. Apalagi saat Dory bertemu dengan gurita Hank (Ed O'Neill), paus sahabat masa kecilnya, Destiny (Kaitlin Olsson), dan paus Beluga yang nggak pede-an, Bailey (Ty Burrell). Berhasilkah Dory menemukan asal-usul dan menemukan keluarganya? 

Sebagai sebuah kisah spin off dari sebuah film animasi yang banyak mendapat pujian dan menjadi film klasik, Finding Dory menjadi film yang menanggung beban berat minimal untuk menyamai Finding Nemo. Terus terang film ini tidak dapat menyamai dalam sisi alur dan penyampaian cerita, walaupun tidak jelek sama sekali, bahkan masih mampu menghibur dan mengundang gelak tawa. Secara teknis tidak ada peningkatan berarti selain kerennya karakter Hank yang mempunyai gerak tentakel yang rumit disertai kemampuan kamuflase mirip bunglon yang mampu beberapa kali mengecoh pandangan penonton. 


Beberapa poin yang agak mengganggu alur cerita antara lain adalah pengulangan dari penyakit lupa ingatan jangka pendek yang dialami Dory. Sesuai dengan jenis penyakitnya, Dory beberapa kali lupa dengan kejadian yang ia alami, dan makin sering muncul saat Dory sendirian dan bertemu dengan karakter yang baru ia kenal. Sangat melelahkan, ditambah lagi gaya bicara cepat Dory yang menambah rasa lelah kita dalam menyaksikannya. Lainnya adalah kurangnya eksplorasi lokasi Marine Park yang dinamakan "The Jewel of Morrow Bay", yang menjadi lokasi Dory mencari keluarganya. 

Dari sisi pengisi suara, ada hal yang sangat menarik di mana kali ini Pixar Studio menggunakan nama-nama besar sebagai pengisi suara. Selain Ellen DeGeneres dan Albert Brooks yang memang sudah ada sejak film terdahulu, kali ini ditambah duo dari serial Modern Family, Ed O'Neill dan Ty Burrell, Kaitlin Olsson dari It's Always Sunny in Philadelphia, serta Idris Elba, Eugene Levy dan aktris senior Diane Keaton. Ini di luar kebiasaan dari Pixar yang biasanya menggunakan voice actor dari artis-artis yang tidak dikenal.




Sebagai sebuah film keluarga, cerita di Finding Dory adalah kisah yang hangat, mengharukan dan memberi inspirasi. Film ini mampu memberikan perasaan rindu kepada kehangatan keluarga seperti kerinduan yang dialami Dory, serta menegaskan betapa berharganya keluarga dalam hidup kita. Sebuah film yang menghibur, menghangatkan hati dan menumbuhkan kerinduan kepada keluarga,

Rate: 3,5 outta 5 Stars


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Flight 7500

MISTERI DILAILA V2 (2019) - THRILLER HOROR DENGAN TATA PRODUKSI APIK

SUNDUL GAN: THE STORY OF KASKUS (2016)