Langsung ke konten utama

A: AKU, BENCI & CINTA (2017)

Dir: Rizki Balki
Scriptwriter: Alim Sudio
Cast: Jefri Nichol, Indah Permatasari, Brandon Salim, Syifa Hadju, TJ, Amanda Rawles
Genre: Teen Romance Comedy, Drama



Tahun 2017 ini merupakan kebangkitan film indonesia di genre romance.. setelah Dear Nathan dan Sweet 20 yang mampu tampil bagus dan memikat penonton, kini ada A: Aku, Benci & Cinta (selanjutnya disebut fim ABC) yang juga tampil baik.

Memakai formula film-film komedi romantis ala thailand, yang banyak menyisipi komedi yang absurd nan kocak dalam tiap film romantisnya. Film ABC ini berhasil memadukan formula tersebut. Alkisah, 3 sahabat Alvaro (Jefri Nnichol), Alex (Brandon Salim) dan Athala (Amanda Rawles) yang tengah menghadapi persoalan cinta segitiga mengalami musibah saat Athala mengalami kecelakaan dan koma selama setahun lebih. Alex dan Alvaro bergantian menjaga Athala setiap hari di rumah sakit.



Sementara di sekolah, Alvaro yang seorang ketua osis dan playboy di sekolah selalu terlibat konflik dengan Anggia (Indah Permatasari), sang wakil ketua osis yang menganggap Alvaro playboy murahan dan musuh besarnya. Mudah ditebak kalo di antara mereka akan muncul situasi2 romantis di tengah pertengkaran2 yang terjadi di sepanjang film. Film bergulir dengan konflik pertengkaran Anggia vs Alvaro, soal Athala dan laki-laki lain di tengah Alvaro dan Anggia.


Cerita film ini nggak berat dan bertele2, semua straight to the point dan simpel. Adegan2 romantisnya pun standar. Tetapi dengan selipan komedi yang kuat melalui sosok absurd guru kesenian dan penjaga sekolah yang setengah tuli, plus kekuatan akting Indah, Jefri dan Syifa Hadju sebagai Tara, sahabat Anggia membuat film ini spesial. Terlihat sekali sang sutradara berusaha memaksimalkan faktor tersebut di dalam film.

Sosok Anggia yang galak dan hantam sana sini, namun bisa juga manis saat tersentuh dan luluh melihat Alvaro dari sisi lain mampu ditampilkan dengan baik oleh Indah yang aktingnya sudah kuat sejak iklan Mastin.. eeh sejak film Rudy Habibie deh.. sementara Jefri Nichol yang baru saja dapat nominasi aktor terbaik FFB lewat film Dear Nathan tampil natural meski hanya melakukan pengulangan akting saja, karena karakter Alvaro mirip Nathan.



Beberapa poin plus lain adalah set desain dan musik yang bagus. Gue suka banget lagu based on puisi buatan Anggia yang dibuat oleh Alvaro, plus remake lagu Terima Kasih Cinta yang mendayu-dayu mengalun sepanjang film. Minusnya adalah kadang beberapa selipan komedi mengganggu adegan dramatik yang sedang berlangsung, jadi mengganggu kekhusyukan penonton, dan akting kaku Brandon Salim serta kurang mendalamnya penggambaran persahabatan sejak kecil antara Alvaro, Alex dan Athala.. 

Overall, ABC adalah film yang menyenangkan, sedikit lebih baik dari Dear Nathan. Semoga film ini laris dapat lebih dari 1 juta penonton. Amin.

My Rate: 4/5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Flight 7500

Dir. Takashi Shimizu Genre: Horror, Mystery Dibesut oleh sutradara dari Ju On, film horor legendaris Jepang bikin ekspektasi agak tinggi menyambut film ini. Benar saja level jump scare atau adegan nakut-nakutinnya cukup serem dan ngagetin, tapi cuma sebatas itu. Ceritanya tentang perjalanan Penerbangan 7500 menuju Tokyo yg mengalami berbagai kejadian aneh yg bermula dari kematian mendadak salah seorang penumpangnya. Dari situ berbagai karakter penumpang pesawat mulai mengalami berbagai kejadian mengerikan. Secara cerita film ini amat sangat standar, cenderung stagnan di tengah, kayak bingung mau diapain dan endingnya malah kayak gitu. Bikin eneg. Rate: 2 out of 5 stars

SUNDUL GAN: THE STORY OF KASKUS (2016)

Dir: Naya Anindita
Cast: Dion Wiyoko, Albert Halim, Pamela Bowie, Melissa Karim, Baim Wong, Ronny P. Tjandra
Genre: Drama, Biografi






Sebagai salah satu Kaskuser yang mendapatkan banyak manfaat dari forum ini sebenarnya bisa jadi bias sih ulasan ini. Tapi sebisa mungkin saya objektif melihat dari sisi sinematis dan mengabaikan status sebagai salah satu kaskuser pengagum Mimin.
Film ini dibuka dengan perkenalan kedua karakter utama kita, Andrew Darwis (Albert Halim), sang Mimin (istilah admin pendiri Kaskus), seorang jenius pendiri dari Kaskus, sebuah forum internet terbesar di Indonesia dan Ken Dean Lawadinata (Dion Wiyoko), sang sepupu yang sangat bersemangat di saat mereka berdua sedang kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Dimulai dengan dinamis dan penuh warna serta banyak menggunakan grafis yang cukup keren namun sayang awal film ini tampil berantakan dalam penyajiannya. Sesi introduksi karakter utama di 15 menit awal ini berjalan kurang mulus. Dari apa yang nampak di layar, seperti …