Langsung ke konten utama

IT (2017)

Director: Andy Muschietti
Screenplay: Chase Palmer, Cary Fukunaga, Gary Dauberman
Based on Novel by: Stephen King
Genre: Horror, Slasher
Cast: Bill Skarsgard, Jaeden Lieberher, Finn Wolfhard, Sophia Lillis, Jeremy Ray Taylor, Chosen Jacobs, Jack Dylan Glazer, Wyatt Oleff, Jackson Robert Scott


Wow.. baru kali ini film horor menjadi begitu menyenangkan. Dengan menggunakan formula coming of age ala film Stand By Me, dengan horor rating R yang luar biasa sadis dan seram, It menjadi film horor terbaik tahun ini, menggeser Annabelle: Creation.

Film dibuka dengan momen hilangnya Georgie (Jackson Robert Scott) saat bermain perahu kertas buatan Bill (Jaeden Lieberher) di tengah hujan deras di tengah pemukiman di Kota Derry. Saat perahu kertasnya terjatuh ke dalam selokan, Georgie melihat sosok Badut Penari, Pennywise (Bill Skarsgard), yang berdiam di dalam lubang selokan dan merayu Georgie untuk mengambil perahu kertas dari tangannya. Georgie pun hilang.


Setahun berlalu, jumlah anak yang hilang pun semakin bertambah. Bill yang masih diliputi rasa penasaran atas hilangnya Georgie berniat menghabiskan libur musim panas bersama geng The Loser-nya Richie (Finn Wolfhard), Stanley (Wyatt Oleff) dan Edward (Jack Dylan Glazer) dengan mencari Georgie di ujung selokan di Barrens. 

Selama masa pencarian tersebut Pennywise meneror mereka satu persatu. Bukan mereka saja, teman satu sekolah mereka Ben (Jeremy Ray Taylor) dan Beverly (Sophia Lillis) serta Mike (Chosen Jacobs), teman sesama korban bully geng anak nakal pimpinan Henry Bowers (Nicholas Hamilton) pun mengalami hal yang sama. Hingga akhirnya Mike, Ben dan Beverly bergabung dengan geng The Losers mencari kebenaran mengenai siapa sebenarnya Pennywise dan tujuannya menculik dan meneror anak-anak di Kota Derry.


Sudah sejak bulan lalu Perri Nemiroff dari Collider (channel soal film di Youtube) mengabarkan bahwa It adalah film horor modern yang sangat bagus dan luar biasa seram. Ini membuat saya sangat mengantisipasi dan berharap banyak akan film It. Bukan tanpa alasan, beliau adalah pemerhati film horor dan host segmen Nightmares yang membahas segmen film-film horor, jadi reviewnya patut diapresiasi. 

Hasilnya, It blew my mind. Bukan hanya menjual seram dan menakut-nakuti. Film ini punya kisah persahabatan yang kuat, bercerita tentang keberanian pada anak-anak, serta Oh.My.God. sangat indah. Frame tiap frame gambarnya sangat bagus. Arahan sinematografi Chung-hoon Chung (Oldboy, Stoker) sangatlah berkelas, menambah nilai plus di film ini. Akting tiap pemainnya juga sangat baik, tanpa terkecuali. Semua bermain baik. Sophia Lillis dan Jack Dylan Glazer yang paling menonjol dari segi kekuatan akting.  Namun, Bill Skarsgard sebagai Pennywise adalah juaranya. Mimik wajah, senyum dan suaranya sangat menyeramkan sepanjang film. Luar biasa.


Kesimpulannya tidak dapat dielakkan lagi, Andy Muschietti sukses mengangkat adaptasi Novel Stephen King ini ke level horor klasik hingga bertahun-tahun ke depan. Dan di tahun 2017 ini kendati masih kalah seram dari sisi jumpscares dan atmosfer dari Annabelle: Creation, namun IT masih lebih baik secara keseluruhan film. Dengan keseimbangannya menceritakan sisi-sisi lain yang ada dalam novelnya, sisi persahabatan, sisi keberanian, beriringan dengan sisi kebrutalan Pennywise, si badut brengsek!

Rate: 4,5/5



Komentar

Postingan populer dari blog ini

A: AKU, BENCI & CINTA (2017)

Dir: Rizki Balki
Scriptwriter: Alim Sudio
Cast: Jefri Nichol, Indah Permatasari, Brandon Salim, Syifa Hadju, TJ, Amanda Rawles Genre: Teen Romance Comedy, Drama



Tahun 2017 ini merupakan kebangkitan film indonesia di genre romance.. setelah Dear Nathan dan Sweet 20 yang mampu tampil bagus dan memikat penonton, kini ada A: Aku, Benci & Cinta (selanjutnya disebut fim ABC) yang juga tampil baik.
Memakai formula film-film komedi romantis ala thailand, yang banyak menyisipi komedi yang absurd nan kocak dalam tiap film romantisnya. Film ABC ini berhasil memadukan formula tersebut. Alkisah, 3 sahabat Alvaro (Jefri Nnichol), Alex (Brandon Salim) dan Athala (Amanda Rawles) yang tengah menghadapi persoalan cinta segitiga mengalami musibah saat Athala mengalami kecelakaan dan koma selama setahun lebih. Alex dan Alvaro bergantian menjaga Athala setiap hari di rumah sakit.


Sementara di sekolah, Alvaro yang seorang ketua osis dan playboy di sekolah selalu terlibat konflik dengan Anggia (Indah Perma…

WONDER (2017)

Dir: Stephen Chbosky
Screenplay: Stephen Chbosky, Steve Conrad & Jack Thorne
Cast: Jacob Tremblay, Julia Roberts, Owen Wilson, Izabela Vidovic, Mandy Patinkin
Genre: Drama


Diadaptasi dari novel karya R.J. Palacio, Wonder menjadi sebuah film yang menjadi kejutan di tangga box office Amerika Serikat sejak pertama kali rilis pada tanggal 17 Novermber 2017 lalu. Rilis berbarengan dengan Justice League, Wonder tanpa gentar menghasilkan 87 juta dolar di minggu ketiga penayangannya atau saat pertama kali tayang di Indonesia.

Berkisah tentang sosok August 'Auggie' Pullman (Jacob Tremblay), seorang anak kelas 5 SD yang merupakan seorang anak penderita kelainan genetik yang menyebabkan kerusakan jaringan di wajahnya sehingga dikhawatirkan akan mengalami bullying (perundungan) saat untuk pertama kalinya masuk ke sebuah sekolah umum. Isabel (Julia Roberts) dan Nate (Owen Wilson), orangtua Auggiesangat cemas melalui peristiwa tersebut. Kekhawatiran yang tidak tanpa alasan, mengingat selam…

SUNDUL GAN: THE STORY OF KASKUS (2016)

Dir: Naya Anindita
Cast: Dion Wiyoko, Albert Halim, Pamela Bowie, Melissa Karim, Baim Wong, Ronny P. Tjandra
Genre: Drama, Biografi






Sebagai salah satu Kaskuser yang mendapatkan banyak manfaat dari forum ini sebenarnya bisa jadi bias sih ulasan ini. Tapi sebisa mungkin saya objektif melihat dari sisi sinematis dan mengabaikan status sebagai salah satu kaskuser pengagum Mimin.
Film ini dibuka dengan perkenalan kedua karakter utama kita, Andrew Darwis (Albert Halim), sang Mimin (istilah admin pendiri Kaskus), seorang jenius pendiri dari Kaskus, sebuah forum internet terbesar di Indonesia dan Ken Dean Lawadinata (Dion Wiyoko), sang sepupu yang sangat bersemangat di saat mereka berdua sedang kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Dimulai dengan dinamis dan penuh warna serta banyak menggunakan grafis yang cukup keren namun sayang awal film ini tampil berantakan dalam penyajiannya. Sesi introduksi karakter utama di 15 menit awal ini berjalan kurang mulus. Dari apa yang nampak di layar, seperti …