FUZE (2026) – ACTION HEIST SERU, MENDEBARKAN PENUH KEJUTAN
Nama sutradara David Mackenzie mungkin masih awam di telinga para penonton film, tapi bagi kami karya beliau cukup kami tunggu berkat hasil baik dari film yang pernah ia produksi seperti Hell or High Water, Starred Up atau Relay yang jadi salah satu film action thriller seru tahun 2025 lalu.
Kini lewat film barunya, Fuze,
Mackenzie mencoba menggarap kisah action heist yang melibatkan tentara dan
polisi dalam sebuah kasus penjinakan bom di tengah kota. Dibintangi Aaron
Taylor-Johnson, Theo James dan Sam Worthington, Fuze tayang mulai
hari ini di bioskop Indonesia.
SINOPSIS
Will Tranter (Aaron Taylor-Johnson)
seorang tentara ahli penjinak bom tengah sibuk mengevakuasi bom sisa Perang
Dunia II yang tidak meledak di tengah kota London. Saat harus presisi dan
berhati-hati bekerja, di lain sisi ternyata sedang terjadi perampokan berlian
yang ternyata direncanakan selama kekacauan berlangsung.
Apakah kedua kejadian tersebut
berhubungan? Siapa pelaku utama dari kejahatan ini? Kerjasama militer dan
polisi menjadi kunci untuk mengatasi kondisi kacau tersebut.
ULASAN
Film drama thriller tentang bom dan
penjinaknya memang tidak banyak diproduksi. Kalau dulu ingat sebuah film
bertajuk The Specialist, kita melihat Sylvester Stallone berakting
sebagai ahli penjinak bom mantan militer. Sementara kekacauan demi kekacauan
yang berkaitan dengan pencurian berlian mengingatkan pada film Three Kings, sebuah
kisah perampokan harta Presiden Irak di tengah kekacauan negara Irak saat
terjadi Perang Teluk atau Die Hard 3: With A Vengeance, saat teroris
mengecoh duet Bruce Willis dan Samuel L. Jackson demi merampok emas di Fort Knox.
Fuze layaknya perpaduan tiga film tersebut hanya saja dengan penekanan lebih kepada karakterisasi dan tensi adegan yang lebih real time, terasa nyata tanpa menggebu-gebu dalam mengalirkan sekuens aksinya.
Memiliki dua plot terpisah yang
awalnya tidak berhubungan namun mengerucut pada ujung yang sama, penulis naskah
Ben Hopkins tidak banyak melakukan kecohan dalam tulisannya. Pun begitu
dengan Mackenzie yang tidak melakukan treatment berbeda selain kedua kejadian
berjalan linear di waktu yang bersamaan.
Momen penjinakan bomnya terasa menegangkan dengan tempo laksana ticking-clock yang mendebarkan. Kita melihat usaha Will untuk menjinakkan bom disertai prosedur militer yang cukup detail membuat adegannya terasa believable. Emosi, keraguan, kebimbangan tergambar dalam momen-momen penjinakan bom.
Tak lupa fitrahnya sebagai film
heist, Fuze juga memberikan ketegangan yang solid pada momen
perampokan. Meski alur agak lambat dan sedikit rumit dalam mencerna apa yang
sesungguhnya sedang terjadi, film sukses memberikan twist berlapis yang tak
terduga. Inilah buah penulisan yang rapi dan tidak macam-macam.
Seperti di Hell or High Water,
Mackenzie menggambarkan London di musim panas yang tengah rapuh akibat bom
yang ditemukan di tengah kota. Suasana kota pun terasa kelam di tengah
kesibukan kota besar seperti London. Tak banyak memang lokasi outdoor yang
digunakan sehingga meminimalisasi bujet produksi untuk film ini.
Dari sisi akting, tak perlu lagi meragukan Aaron Taylor-Johnson setelah tampil apik dalam film superhero tanpa kekuatan super, sebagai Kick Ass, kini ia semakin dewasa dan kekarlayaknya seorang militer. Sementara Theo James tampil mengejutkan dan meski lama tak tampil di layar lebar.
KESIMPULAN AKHIR
Bagi yang rindu film action dengan kekacauan di tengah kota sebesar London, film Fuze adalah jawaban untuk Anda. 'Fuze' cukup menarik untuk ditonton, dengan tensi yang naik-turun, kadang tak sedikit membuat kita tercengang dengan plot yang disajikan dan tentu saja bumbu twist sebagai penyedap film.
Fuze tayang di bioskop mulai hari ini.




Komentar
Posting Komentar