HOPE (2026) – SATU LAGI FILM ALIEN MONSTER EPIK ASAL KOREA!
Korea Selatan memang jadi salah satu yang terdepan di perfilman Asia, bersama India dan Jepang. Tapi kalau berbicara film science fiction, Korsel masih tertinggal dari Jepang dengan berbagai genre sci-fi ikoniknya seperti Cyberpunk atau Tokusatsu. Kini mencoba mengangkat kisah alien berbentuk monster berukuran besar yang menyerang kota kecil di tepi laut dan hutan dalam film Hope.
Dibesut oleh sutradara kenamaan Na
Hong-jin (The Wailing, The Chaser), Hope menampilkan
Hwan Jung-min, Zo In-Sung dan Hyoyeon sebagai para pemeran utama. Hope akan
tayang 9 September di bioskop Indonesia, termasuk dalam format IMAX.
SINOPSIS
Sebuah kota kecil di tepi laut
dan dikelilingi rimbunnya hutan pinus bernama Hope Harbor dikejutkan dengan
serangan monster bertubuh tinggi dengan gerakan lincah yang sulit dilacak.
Bangunan-bangunan hancur, komunikasi pun terputus, akses menuju pusat terhambat
dengan hancurnya sebagian besar kendaraan. Kapten Polisi Beom Seok (Hwang
Jung-min) berjibaku menyelamatkan kota dengan memburu sang monster dengan bantuan
anak buahnya si polwan tangguh, Sung ae (Hoyeon).
Di bagian kota lain, tepatnya di
hutan pinus, sepupu Beom Seok, Sung ki (Zo In Sung) mengambil rute lain
untuk menyelidiki petunjuk warga soal penampakan monster di tengah hutan. Jauh
masuk ke dalam rimba, Sung Ki dkk tak hanya menemukan sekelompok monster
berwujud alien yang bertubuh tinggi besar, tetapi kenyataan mengerikan bahwa
mereka sedang memburu manusia demi tujuan suatu tujuan. Harapan hidup warga
Hope Harbor pun makin mengecil.
ULASAN
Mengejutkan. Satu kata yang tepat
untuk mendeskripsikan film ini adalah mengejutkan. Bagaimana seorang sutradara
yang dipandang hebat, dengan karya-karya yang selalu menjadi fenomena dalam genre
thriller dan horor ini membuat film terbarunya yang bergenre science-fiction,
konon dengan bujet film termahal di Korea Selatan.
Kami kira hanya segelintir
sutradara Korsel yang ‘diizinkan’ untuk membuat film semacam Hope
ini, Chan Wook-Park, Boong Joon-Ho dan tentu saja Na Hong-jin. Bong
Joon-Hoo sudah membuat film sejenis dengan judul Host. Dengan judul yang mirip,
kami punya sedikit ekspektasi bahwa Hope akan mengambil rute sejenis,
yakni soal film monster dengan sentuhan humanis lewat drama keluarga, tapi
tentu saja kami salah besar.
Hope ternyata hadir mengusung sub-genre action suspense dengan sentuhan komedi khas Korea. Sejak menit awal film sudah mengarah ke sana dengan usaha Kapten Beom Seok menyusuri gang-gang dan jalanan kota, masuk ke dalam gedung yang nyaris runtuh, demi memburu sang monster, bersama warga-warga kota yang tangguh.
Treatment ala film menggunakan
handheld kamera digunakan sepanjang lebih dari 30 menit film kear-kejaran di
tengah kota tanpa memunculkan wujud lengkap sang monster. Rasa penasaran dan kelelahan
sang kapten dirasakan juga oleh penonton yang ikut ngos-ngosan berlari bersama
Kapten Beom Seok.
Level keseruan makin meningkat ketika
akhirnya sang monster muncul dan coba dijinakkan dengan kehadiran si polwan
nekat Sung ae. Sorakan penonton reflek muncul termasuk dari pita suara kami mengingat
kerennya adegan kemunculan Sung ae. Keahliannya mengendarai mobil sambil
menembak sungguh menaikkan adrenalin dan memancarkan aura sexy yang kemudian
dipatahkan oleh karakternya yang ternyata agak lugu.
Di babak kedua, tensi film dibikin mengendor demi plot investigasi soal siapa sang monster, menggali cerita para saksi, sampai sebuah kesimpulan muncul bahwa sang monster tak sendiri. Ada gerombolannya di tengah hutan. Beom Seok dan Sung ae beserta seorang saksi pun bergerak ke hutan untuk memperingatkan Sung Ki. Tanpa mereka ketahui bahwa Sung Ki dkk sudah menjadi buruan empuk para alien monster.
All hell broke loose di
babak ketiga. Tensi meningkat, kejar-kejaran mobil dan kuda versus alien dan
berbagai adegan kematian brutal jadi tontonan yang tak hanya seru. Tapi
menyenangkan ditonton ramai-ramai dengan layar besar IMAX yang jadi presentasi
film Hope saat media screening saat itu.
Na Hong-jin memang tidak mengarahkan
film ke arah drama humanis para karakter manusianya, melainkan fokus di action
dan suspense saat manusia dan alien saling memburu. Ketegangan, keseruan dan
keajaiban sinema lewat CGI monster yang diperankan oleh dua aktor besar, Michael
Fassbender (Shame, X-Men First Class) dan Alicia Vikander (Tomb
Raider, The Danish Girl), coba dihadirkan oleh Na Hong-jin.
Terhitung sukses dalam membangun tensi dan memberikan keseruan dalam menonton film serta sentuhan komedi khas Korea, tetapi tertinggalnya kualitas CGI monster serta kosongnya cerita dari sisi penjelasan motif dan modus para alien, karena dibiarkan menggantung, membuat Hope terjebak ke dalam barisan film sci-fi yang cenderung biasa, karena tidak memberikan hal baru pada plot di genrenya.
KESIMPULAN AKHIR
Hope adalah sebuah
film sci-fi invasi alien yang sukses memberikan keseruan dengan intensitas
tinggi lewat tata produksi apik dari tangan dingin sutradara hebat Na
Hong-jin (The Chaser, The Wailing). Nikmati Hope di
layar besar IMAX atau di Studio 4DX untuk mendapatkan pengalaman maksimal diburu
alien monster.
Hope tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, Rabu, 9 September 2027.



Komentar
Posting Komentar