THE CARPENTER'S SON (2025) - KISAH REIMAJINASI RELIGI BERGAYA HOROR YANG KELAM

Di usia senjanya, karier aktor ternama Nicolas Cage memang semakin redup, namun tak jarang ia masih menghasilkan film-film yang secara mengejutkan berkualitas dengan variasi genre menarik. Masih terngiang beberapa film seperti Longlegs, Dream Scenario, Mandy atau Pig yang banyak dipuji oleh pecinta film.

Kini lewat film The Carpenter's Son, Cage mencoba menarik perhatian para sinefil dengan kisah kontroversial reimajinasi religi dengan sentuhan horor yang kelam. Disutradarai oleh Lotfy Nathan dan dibintangi juga oleh Noah Jupe dan FKA Twigs, film The Carpenter's Son tayang mulai hari ini di bioskop.

SINOPSIS

Sejak kelahiran Sang Putera sebuah keluarga yang dikepalai Si Tukang Kayu (Nicolas Cage) selalu diburu, baik oleh pihak kerajaan maupun sosok-sosok misterius iblis dalam berbagai wujud. Mengikuti petunjuk Tuhan, Si Tukang Kayu membawa Sang Ibu (FKA Twigs) dan Sang Putera (Noah Jupe) berpindah-pindah tempat dan menimbulkan tanya pada Sang Putera yang beranjak remaja.

Dalam bimbingan agama ayahnya yang keras dan disiplin, Sang Putera mempertanyakan berbagai penerawangan masa depan yang menakutkan dan selalu hadir di dalam mimpinya. Si Tukang Kayu dan Ibu pun tak bisa memberikan jawaban pasti. Sampai sebuah pertemuan dengan gadis misterius, Sang Putera mulai mempertanyakan tujuan kehidupannya di tengah dunia dan siapa sesungguhnya dirinya.

ULASAN

The Carpenter's Son hadir memberi kejutan di bulan desember 2025 dengan kisahnya yang kontroversial dan berani. Secara tegas mengambil sumber kisah dari Kisah Masa Kanak-Kanak dari Injil Thomas (The Infancy Gospel of Thomas) film yang ditulis dan disutradarai Lotfy Nathan ini fokus pada kehidupan keluarga Si Tukang Kayu yang secara implisit menggambarkan keluarga Yusuf, istri Maria dan ayah dari Yesus. Si Tukang Kayu berada dalam kondisi paranoid dibawah kejaran tentara kerajaan dan serangan iblis yang memburu Sang Putera.

Rasa takut dan kewaspadaan berlebih Si Tukang Kayu menjadi salah satu akar konflik dalam The Carpenter's Son yang secara visual digambarkan sangat kelam dan keras. Cage tampil berkarakter sebagai Si Tukang Kayu yang patuh pada Tuhan-nya dan keras pada Puteranya. Rasa sayang seorang ayah tenggelam pada tanggung jawabnya sebagai seorang manusia yang diamanatkan seorang anak yang diterawang sebagai juruselamat manusia. 

Keras dan disiplinnya karakter Si Tukang Kayu jadi penggerak dan konflik lanjutan yang membuat Sang Putera mempertanyakan eksistensinya. Di atas kertas, naskah memberikan hubungan sebab akibat yang ideal dan potensial memberikan ketajaman cerita. Hanya saja dialog-dialog bergaya biblikal sesuai gaya tulisan sumber ceritanya sedikit memberikan tone yang berlawanan dengan kelamnya tone film secara visual. 

Selain Cage, Noah Jupe (Wonder, Ford v Ferrari) mengimbangi dengan kualitas akting hebat untuk ukuran aktor remaja. Karakter Sang Putera yang ia perankan tampil gemilang di tengah tekanan ayah yang keras, berlindung pada ibu penyayang, galau pada eksistensi diri dan kemampuan menghadapi godaan iblis. Peran menantang dilahap habis oleh Noah yang memang punya pengalaman akting hebat sejak kecil. Sementara FKA Twigs (The Crow) sebagai Sang Ibu tampil semenjana dalam ruang akting yang tidak begitu luas dalam film.

Ada sosok lain yang menarik dalam film ini, yaitu seorang anak perempuan bernama The Stranger yang diperankan baik oleh Isla Johnston (series The Queen's Gambit, series Invasion). Kemisteriusan karakternya potensial menjadi pengikat penonton, sayangnya kemunculan karakternya melompat-lompat dan tidak diceritakan secara mulus. Bahkan hanya terlihat dampak dari kemunculannya saja tanpa memperlihatkan apa yang ia lakukan yang menjadi penyebab berbagai kemalangan dalam film.   

Dari sisi teknis, tone dan grading kelam dalam film sedikit banyak menggambarkan keseluruhan film. Adegan ular yang dihadapi Sang Putera menjadi adegan 'mahal' yang cukup intens secara visual. Berbagai lokasi yang menggambarkan timur tengah di abad ke-2 menambah kegelisahan penonton pada ancaman kekeringan juga pada ancaman penyakit lepra yang mengintai. Horor dalam film banyak dimunculkan lewat kekelaman lokasi dan kelamnya cerita saat Sang Putera dicobai iblis. Memang bukan tipikal horor tradisional, tapi cukup mengganggu secara psikis.

KESIMPULAN AKHIR

The Carpenter's Son adalah film horor berlatar religi yang kelam dan misterius dengan menampilkan kualitas akting hebat Nicolas Cage dan Noah Jupe. Kisah reimajinasi dari The Infancy Gospel of Thomas tentang kisah rekaan di masa remaja Yesus ini bukan tipikal horor yang mengagetkan, tapi merayap pelan mengganggu psikis. Sebuah tontonan alternatif menarik di momen natal dengan kebijaksanaan dan kesadaran saat menontonnya bahwa kisah dalam film The Carpenter's Son ini adalah fiksi semata.

The Carpenter's Son tayang mulai hari ini di bioskop.           



Komentar

Postingan populer dari blog ini

M3GAN 2.0 (2025) – NON-STOP ACTION GILA-GILAAN DENGAN ONE LINER KOCAK!

REVIEW THE BATTLE: ROAR TO VICTORY (2019) - FILM PERANG GERILYA KOREA VS JEPANG YANG EPIK DAN SERU

ROSARIO (2025) – TEROR KUTUKAN MENGERIKAN DI APARTEMEN