NUMBER ONE (2026) – DRAMA HARU YANG BIKIN KANGEN MASAKAN IBU
Seberapa kangen kalian dengan masakan rumah buatan ibu kalian? Nah industri film Korea Selatan kembali menghadirkan sebuah drama keluarga dengan secuil elemen fantasi yang berpotensi memancing air mata dan menghangatan hati. Memakai judul Number One, film ini disutradarai oleh Kim Tae-Yong (One Night Only, Misbehavior).
Dibintangi Choi Woo-Sik, Jang Hye-jin dan Gong Seung-yeon,
Number One yang juga masuk kategori foodie movie ini menampilkan
beberapa masakan tradisional Korea Selatan dan akan tayang mulai Rabu, 11 Maret
2026 di bioskop Indonesia.
SYNOPSYS
Beberapa waktu setelah kematian abangnya,
Ha-Min (Choi Woo-Shik) mendapati angka berkurang dari 365 ke 364 melayang-layang
tanpa orang lain lihat saat makan masakan ibunya. Menganggapnya hanya imajinasi
belaka, Ha-min mendapatkan jawaban saat mendiang ayahnya datang ke dalam mimpi.
“Setiap kau makan masakan ibumu, usia ibumu akan semakin berkurang satu angka”
Takut kehilangan ibunya. Ha-min
bertekad untuk menghindari makan masakan ibunya, dengan alasan mau kuliah di
luar kota. Sampai akhirnya Ha-Min dewasa, bekerja di luar kota dan berpacaran
dengan ahli gizi, Ryeo Eun (Gong Seung-yeon). Ha Min terkesan masih menghindari
ibunya. Pulang kampung jarang, telpon pun jarang diangkat. Bagi Ha-min, ibunya
adalah satu-satunya keluarganya, ia tak sanggup kehilangan ibunya. Hanya saja
jalan yang Ha-min pilih malah membuatnya menjauhi sang ibu dan membuatnya
terkesan jadi anak durhaka. Sampai sebuah berita mengubah kehidupan Ha-min,
Ryeo Eun dan tentu saja ibunya Ha-Min.
REVIEWS
Kehandalan sineas Korea Selatan dalam menceritakan
sebuah kisah fantasi yang disematkan dalam sebuah drama keluarga dan romance
sudah tidak perlu diragukan lagi. Kita ingat dengan film il Mare, 200 Pounds of
Beauty atau Miss Granny yang cukup ternama di barisan film drama asal Korea
Selatan.
Kini lewat Number One, aktor muda
Choi Woo-Shik (Parasite) mencoba menyampaikan kisah hubungan ibu dan anak lelakinya yang
sebenarnya cukup sederhana, tapi keputusan-keputusan karakter anaknya membuat film
terasa kompleks secara narasi maupun emosi.
Rahasia yang Ha-Min simpan dari
ibunya memang bertujuan baik, namun makin dewasa usaha Ha-min tersebut malah
membuatnya jadi karakter yang terkesan egois dan tidak mempedulikan ibunya. Hal
ini cukup greget menjadi pengingat untuk selalu memperhatikan kondisi orang tua
walau jarak tinggal cukup jauh.
Kompleksitas juga muncul di hubungan asmara Ha-min dan Ryeo Eun yang terkadang cukup mendistraksi. Latar belakang Ryeo Eun sebagai anak panti yang saat dewasa bermimpi untuk punya keluarga sendiri memberi tekanan pada Ha-Min. Ryeo Eun yang melihat perlakuan Ha-Min ke ibunya pun marah sampai meminta putus. Tetapi menariknya cinta diantara keduanya cukup kuat dan terlihat believable hingga akhirnya keduanya menjalankan hubungan dengan kasual dan santai.
Dua konflik soal relationship yang
diangkat di film ini memang memperkaya cerita dan memperkuat posisi dari para karakternya.
Ha-min fokus karier, Eun-Sil sang ibu makin terbiasa dengan rasa cuek padanya,
sementara hubungan dengan Ryeo-Eun si calon mantu berjalan baik sampai pada
level mengajarkan masak tanpa sepengetahuan Ha-Min.
Adegan memasak, tampilan masakan
tradisional Korea Selatan menjadi andalan terutama dalam film Number One
ini. Sebuah hal positif pula karena film ini digarap dengan gaya santai, tanpa
ledakan emosi karakter, tapi cukup menggugah perasaan dan yang paling maksimal
memberi efek adalah bikin kangen ibu dan masakan khas rumahannya.
Dari sisi tata produksi tidak ada catatan yang berarti selain apresiasi pada wujud Choi Woo-Shik dari sejak remaja sampai dewasa yang sangat baik dan konsisten. Begitu pula dengan sang ibu yang tampak awet muda. Hair & Make up serta penata busana jadi bagian paling menarik dalam film ini.
FINAL VERDICT
Number One memberikan sebuah
sensasi unik yang bikin kangen pada ibu dan masakannya sehari-hari yang selalu
bikin kangen rumah. Dengan drama menggigit, tampilan masakan yang cantik dan
menggugah rasa, plus rasa hangat yang timbul dalam hati membuat Number
One jadi film korea yang sangat disayangkan jika tak disaksikan di
bioskop.
Number One tayang mulai 11 Maret di bioskop Indonesia.




Komentar
Posting Komentar