WE, EVERYDAY (2026) – FILM ROMCOM KOREA BERGAYA DRAKOR MENGGEMASKAN
Korea Selatan sudah menginvasi dunia lewat karya berformat series yang akrab disebut K-Drama atau drakor kalau untuk di Indonesia. Lewat sebuah film romantis komedi We, Everyday treatment film dimodifikasi sedemikian rupa jadi seperti konflik dan intrik di dalam drakor yang berlatar belakang karakter remaja sekolah.
Dibintangi mendiang Kim
Sae-ron, Lee Chae-Min dan Ryu Eul-Hyun yang terlibat cinta
segitiga menggemaskan di masa SMA, film We, Everyday tayang di
bioskop Indonesia mulai Rabu, 11 Maret 2026.
SYNOPSYS
Menjelang hari kelulusan dan
perpisahan, dua sahabat Yeo-u (Kim Sae-ron) dan Hosu (Lee
Chae-Min) berhadapan dengan takdir bahwa mereka harus terpisah jauh di masa
SMA. Hosu pun mengungkapkan rasa cintanya pada Yeo-u dan mengambil resiko
hancurnya persahabatan mereka. Hal yang ditakutkan pun terjadi, Yeo-U marah dan
menganggap persahabatan mereka sudah tak bisa dilanjutkan lagi.
Takdir memang kejam karena
ternyata Hosu malah terpaksa pindah ke sekolah yang sama dengan Yeo-u dan teman
akrab mereka Kim Ju-Yeon (Choi Yu-ju). Di sekolah baru, Yeo-u berniat
mencuri perhatian Hoje (Ryu Eul-Hyun), kakak kelas yang selalu ia kagumi
dan membuatnya sibuk di klub basket. Diam-diam ternyata terjadi sesuatu antara
Hosu dan Ju-Yeon dan membuat hubungan antar tiga sahabat ini makin kompleks
ditengah berbagai ketidakjujuran.
REVIEW
Menggemaskan rasanya melihat
kisah cinta anak SMA yang dipenuhi berbagai penolakan dalam hati, meskipun di
permukaan selalu ada rasa penasaran yang menggebu-gebu akan cinta pertama alias
cinta monyet.
Dalam film ini kita melihat
hubungan cinta anak remaja dalam kacamata sosok Yeo-u yang dimainkan dengan
gemilang oleh Kim Sae-ron (The Man From Nowhere). Bakat akting
Kim yang sudah terasah sejak kecil ia gunakan kembali di film ini, meskipun
sayangnya ia harus berpulang sebelum film We, Everyday tayang.
Mimik lucu, gestur serba terburu-buru dan wajah dengan senyum cantik yang
dimiliki Sae-ron membuat karakter Yeo-u layak diikuti kisah cintanya.
Seperti judulnya, anak sekolah
yang tiap hari bersekolah memungkinkan insan remaja tiap hari bertemu. Seperti
juga dalam film We, Everyday ini, dua sahabat yang selalu bareng lalu
salah satunya jatuh cinta. Ini mungkin sebuah kisah sederhana namun menjadi
kompleks ketika orang ketiga mulai terlibat, pria yang ditaksir menjadi faktor
penolakan, dan yang paling umum rasa kehilangan sahabat jika mengambil
keputusan untuk menerima cinta.
Dilema khas remaja inilah yang dihadapi oleh Yeo-u sepanjang film. Ia jadi denial pada perasaannya terhadap Hosu. Merasa tidak enak pada Ju-Yeon, bertekad mengungkap isi hati ke pujaannya Hoje, hingga kerap menghindari Hosu, padahal dalam hati peduli.
Secara naskah memang kemampuan
Sutradara Kim Min Jae terbilang baik dalam menggambarkan kehidupan cinta
remaja yang penuh keraguan dan kegalauan. Ia cukup mampu menangkap spirit
remaja dan membuat perasaan ingin kembali ke masa-masa sekolah dalam mengeksekusi naskah yang ditulis Gae Da Rae. Hanya saja
treatment yang dipilih cukup mengejutkan, karena We, Everyday jadi
sebuah film yang terasa seperti drakor episodik.
Pace film terasa cepat dengan
timeline waktu yang kurang jelas, kurangnya established shots kota dan lingkungan
sekolah juga mempengaruhi, namun kehadiran Kim Sae-ron dengan bakat
aktingnya yang menonjol mematahkan asumsi tersebut. Sebuah kehilangan besar
bagi industri film Korea Selatan dengan wafatnya Kim Sae-ron.
FINAL VERDICT
Film We, Everyday jadi
sebuah film yang penting untuk ditonton sebagai sebuah penghormatan bagi
mendiang Kim Sae-ron yang berakting sangat baik. Gadis cilik yang dulu tampil
memikat bersama Won Bin dalam The Man From Nowhere itu kini sudah
berpulang, tapi kini ada karya film terakhirnya We, Everyday, yang
berkisah tentang roman remaja dengan segala kompleksitas dan keluguannya.
We, Everyday bisa disaksikan mulai hari ini, Rabu 11 Maret 2026 di bioskop Indonesia.
.jpg)



Komentar
Posting Komentar