GOHAN (2026) – KISAH HIDUP ANJING PENUH MAKNA YANG MENGADUK PERASAAN

Setelah sukses dengan film How To Make Millions Before Grandma Dies, rumah produksi GDH yang sudah berpengalaman bekerjasama dengan PH baru BASK milik sutradara Bad Genius, Nattawut Ponpiriya untuk memproduksi satu lagi film pemantik linang air mata berjudul Gohan.

Film Gohan yang sejatinya dibuat layaknya antologi berbagai cerita dalam periode hidup seekor anjing yang tetap terhubung, disempurnakan lagi dengan treatment semacam kisah ‘biografi’ yang mencakup rentang waktu panjang tentang perjalanan seekor anjing yang penuh gejolak konflik, namun tetap penuh kasih sayang, demi mencari tempat yang stabil untuk dicintai di dunia yang terus berubah.

Treatment bergaya antologi yang dipilih adalah hasil dari penyutradaraan tiga sutradara berpengalaman, Nattawut ‘Baz’ Poonpiriya (Bad Genius), Chayanop Boonprakob (Suckseed), serta Atta Hemwadee (Not Friends). Gohan direncanakan tayang mulai 14 Mei 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

SINOPSIS

Seekor anak anjing putih lucu secara tidak sengaja terbawa pulang oleh seorang pekerja bengkel mobil, Hiro (Yasushi Kitajima). Dari sana, anjing tersebut hidup bahagia hingga diberi nama, kemudian berganti  pengasuh seorang imigran, Namcha (Poe Mamhe Thar) lalu terakhir sang anjing berjumpa sepasang kekasih yang mencoba memahami kehidupan pasca-kelulusan (Tontawan Tantivejakul dan Jinjett Watanasin), sehingga pada akhirnya, keduanya Gohan merasakan berbagai versi cinta, kasih sayang dan makna menjadi bagian dari sebuah rumah dan keluarga.

ULASAN

Gohan tidak hanya tampil dengan cara yang menyegarkan untuk sebuah film dengan karakter hewan sebagai pemeran utama, tetapi juga begitu menarik dalam menghadirkan tema utama yang menghubungkan semua ceritanya: perjuangan berbagai generasi untuk mengatasi perubahan dunia.

Keseluruhan, film Gohan digarap dengan apik, menggemaskan dan menyentuh, meski ditangani oleh 3 sutradara yang berbeda. Rasa yang disampaikan cukup menggambarkan bahwa para pemilik cerita merupakan sosok-sosok manusia yang menyayangi binatang. Meski secara pribadi tak sepenuhnya membuat banjir air mata namun kedalaman emosi cerita dan melimpahnya adegan mengharukan akan memiliki dampak besar pada penonton penyayang hewan.

Dari sisi teknis kemampuan para sutradara menangani sosok anjing pemeran Gohan terlihat cukup baik, di beberapa momen terlihat ekspresi sang anjing dalam berbagai adegan intens mampu menularkan ekspresi juga ke penonton. Kami bisa ikut tersenyum saat Gohan bahagia, dan ikut takut saat Gohan dalam keadaan genting, bahkan ikut sedih saat Gohan bersedih. Kedekatan karakter Gohan dengan penonton ini yang membuat kisahnya terasa seperti naik wahana hiburan.

Rasa khawatir akan kematian sang anjing di akhir film tentu tak bisa dielakkan, namun tanpa memberikan spoiler lebih jauh, film ini tidak sesedih dan semenakutkan itu, namun tetap memberi ruang untuk perasaan dan hati terketuk, bahkan bendungan air mata tetap bisa jebol. Ini buah pengadeganan yang digarap penuh sensitivitas dan penggunaan musik dengan damage maksimal!

Dari tiga cerita, mungkin kisah terakhir yang paling kompleks namun dua cerita awal tidak kalah berdampaknya. Kisah pertama bisa dibilang bertemakan persahabatan dan kesetiaan hingga akhir hayat. Penuh haru dan makna. Penulis merasa ingin segera berkumpul dan memeluk sahabat seketika itu juga.

Kisah kedua yang cukup kompleks hadir saat rasa iba muncul melihat ketidakadilan, persahabatan timbul dari saling peduli, serta kemampuan untuk mengikhlaskan saat diri tak mampu. Ketabahan dan kemampuan bertahan hidup menjadi kunci di kisah kedua ini.

Hingga akhirnya kisah ditutup di cerita ketiga, penonton diberikan gambaran kekayaan dan pengalaman hidup yang dialami oleh sosok Gohan dapat merefleksikan kehidupan kita sebagai manusia yang hidup dengan berbagai privilege dibanding seekor anjing, dan bagaimana kita memperlakukan makhluk lain yang lebih lemah dari kita manusia. Gohan menjadi sebuah pengalaman sinema yang berdampak hebat untuk hidup kita.

KESIMPULAN AKHIR

Gohan hadir di tengah kehidupan yang semakin kompleks. Memberi tontonan yang mengajarkan untuk peduli pada makhluk lain yang lebih lemah. Rentang kehidupan yang divisualisasikan dalam film memberi banyak rasa saat menontonnya, bahagia, haru, sedih, khawatir hingga rasa ikhlas bahwa sahabat tidak selamanya kita hidup di dalam dunia, tetapi selamanya tetap ada di dalam hati.

Ajak seluruh keluarga menonton film Gohan di bioskop mulai 14 Mei 2026.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

M3GAN 2.0 (2025) – NON-STOP ACTION GILA-GILAAN DENGAN ONE LINER KOCAK!

ROSARIO (2025) – TEROR KUTUKAN MENGERIKAN DI APARTEMEN

FIVE NIGHTS AT FREDDY’S 2 (2025) – SEKUEL YANG DOBEL SERU DAN NGAGETINNYA