PHI PHONG: THE BLOOD DEMON – HORROR OKULTISME YANG ELOK TAPI BERKELOK
Sinema negara sesama Asia Tenggara, Vietnam, tengah mengalami kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dengan berbagai genre yang muncul menggairahkan jumlah penonton yang meningkat tiap tahunnya. Setelah genre action dan drama komedi menguasai tangga box office, kini sebuah horor berlatar okultisme berjudul Phi Phong: The Blood Demon mampu menarik perhatian industri film dunia, termasuk Indonesia.
Didistribusikan oleh Legacy Pictures
yang juga turut membantu pendanaan, Phi Phong: The Blood Demon karya
Do Quoc Trung meraih $7,3 juta dolar dalam masa penayangannya hanya di Vietnam,
menjadikannya film terlaris kedua tahun ini. Film yang mengangkat mitos Phi
Phong, alias iblis wanita penghisap darah manusia ini akan tayang di bioskop Indonesia
mulai 26 Juni 2026.
SYNOPSYS
Diangkat dari legenda Vietnam
yang mencekam, Phí Phông, menghadirkan sosok iblis pegunungan yang haus darah.
Saat ibu mereka terkena kutukan usai melawan Phí Phông, Còn (Kieu Minh Tuan)
dan Dương (Minh Anh) nekat memasuki pegunungan terlarang demi
menyelamatkan sang ibu.
Namun ketika kematian brutal
mengguncang desa terpencil, kecurigaan mengarah pada sosok ibu bernama Mon (Diep
Bao Ngoc) dan anak perempuannya yang misterius (Nina Nutthacha Jessica
Padovan) yang kelak akan mengungkap sebuah rahasia kelam dan kegelapan kuno
yang tak pernah benar-benar hilang
REVIEWS
Didukung sinematografi dan naskah
yang mumpuni, Phi Phong: The Blood Demon menjadi film horor yang spesial dengan
jumpscare minimal dan mengedepankan aksi serta pertunjukan spesial efek, baik
praktis maupun CGI yang diatas standar rata-rata film dari negara berkembang.
Cerita Phí Phông: The Blood
Demon berkutat di sebuah desa yang memegang teguh adat dan tradisi dengan
seorang Shaman sebagai tetua desa yang berusaha mengusir sosok iblis berjuluk
Phi Phong yang kerap meneror penduduk desa. Usaha mengajak Shaman dari luar
kota malah berujung kutukan yang menimpanya.
Kedatangan dua karakter utama
kakak beradik, Còn dan Dương yang berusaha menyelamatkan ibu mereka yang
terkena kutukan pun ternyata tak membantu banyak. Keduanya masih terlalu muda
untuk berhadapan dengan sosok iblis yang sudah ribuan tahun hidup di pegunungan
dekat desa tersebut. Apalagi Phi Phong diduga sudah menurunkan ilmunya ke sosok
wanita misterius, Mon dan putrinya Lua.
Lewat penggunaan banyak ritual dan usaha membasmi kutukan sekaligus mengusir sang iblis, kisah masa lalu pun terungkap, alasan sang iblis mendendam pun terkuak. Kini hidup Còn dan Dương jadi tak sama lagi. Kasih sayang sebagai kakak beradik mereka diuji oleh sang iblis yang memiliki dendam kesumat.
Seru, misterius & penuh
kejutan. Phí Phông: The Blood Demon adalah horor yang dekat
dengan tradisi horor kita dengan gaya okultisme yang kental dan mitos iblis/hantu
yang tak jauh-jauh dari sosok wanita berwujud khas penuh dendam.
Bagian paling menarik di film ini
selain sosok hantunya adalah karakter-karakter manusianya yang multi-layered.
Baik Con, Durong, Mon, Lua bahkan para Shaman seakan menyimpan rahasia atau
masa lalu yang ia simpan rapat-rapat. Meski bisa mengecoh sesama manusia, tapi
bagi Sang iblis pendendam, rahasia itu selalu ia ingat sebagai pemantik dendamnya.
Akting jadi sisi yang menonjol di film ini, dengan Kieu Minh Tuan yang gemilang membawa karakternya Con yang tangguh, berani tapi juga penyayang pada ibu dan adiknya. Meski ia tak memiliki indera ke-enam seperti Durong, adiknya. Tapi rasa ingin menolong Con layak diacungi jempol. Dengan wajah tegas, mata sayu, tapi memiliki badan atletis, Con di tangan Tuan jadi karakter yang layak didukung sejak awal film.
Minh Anh sebagai Durong pun tak kalah hebatnya. Manja tapi pemberani dan peduli pada sekitar adalah kualitas hebat yang berhasil dibawakan oleh Minh Anh. Satu lagi yang mencuri perhatian adalah karakter Lua yang dimainkan aktor anak Nina Nutthaca Jessica Padovan yang bermain seimbang saat kesurupan dan sadar. Walau karakter Lua dominan galak, tapi sama sekali tak bisa menyembunyikan kecantikan dan kualitas aktingnya.
Dari segi teknis, seperti yang
sudah kami bahas, efek visual praktis dan CGI-nya terhitung di atas standar
terutama di adegan-adegan pengusiran setan. Sinematografi juga jadi keunggulan
utama dengan kemampuan menangkap lanskap pedesaan Vietnam yang cantik sekaligus
misterius dengan tone warna-warna pekat yang terlihat dari hijaunya pohon dan
gunung, serta pakaian adat desa yang berwarna vibran.
Sebuah treatment kemunculan iblis yang ‘membonceng’ tubuh manusia dalam sebuah sekuens hitam putih jadi pilihan yang menarik dan menyegarkan. Menurut kami adegan itu adalah golden scene yang digarap dengan baik dan mampu menebalkan emosi di dalam adegan. Sebuah kerjasama tim yang baik yang dipimpin oleh sutradara Do Quoc Trung.
FINAL VERDICT
Sangat mengejutkan! Melihat
sinema Vietnam sudah memproduksi horor selevel Phí Phông: The Blood Demon
adalah sebuah bukti bahwa Sinema Asia Tenggara sudah semakin berwarna!
Tak lagi Thailand, Indonesia dan Malaysia yang terdepan. Kualitas penulis, tim
produksi dipadu produser yang semakin percaya diri membuat Phí Phông: The
Blood Demon jadi sebuah horor yang layak diapresiasi di bioskop.
Phí Phông: The Blood Demon tayang mulai Jumat, 26 Juni 2026 di bioskop Indonesia. Sedikit trigger warning bagi penderita trypophobia sebelum menonton film ini.






Komentar
Posting Komentar