THE FURIOUS (2026) – THE BEST MARTIAL ART ACTION FILM AFTER THE RAID!

Genre action dengan latar martial art di industri film dunia banyak didominasi oleh film dari Hongkong. Bahkan Hollywood yang tersohor dengan action blockbuster tembak-tembakan dan ledakan pun akhirnya terbuka dengan gaya martial art ‘serius’ dengan mendatangkan aktor laga Hongkong seperti Jackie Chan, Jet Li & Chow Yun Fat di pertengahan tahun 1990-an, setelah sebelumnya banyak menyelipkan martial art di film-film action kelas B.

Kini setelah geliat film action Hongkong memudar pasca integrasi dengan Tiongkok di 1997, negara-negara Asia Tenggara macam Thailand, Indonesia dan Vietnam mulai unjuk gigi dengan film berjudul Ong Bak, Chocolate dan yang paling fenomenal The Raid dan The Raid 2: Berandal.

Kesuksesan film-film tersebut menjadikan judul-judul tersebut sebagai benchmark baru untuk genre martial art action di dunia. Aktor-aktor seperti Tony Jaa, Iko Uwais, Cecep A. Rahman, Joe Taslim dan Yayan Ruhian pun mulai menggeliat di Hollywood. Dan dua nama terakhir siap menggebrak di film Hongkong terbaru yang brutal dan penuh darah berjudul, The Furious.

Ditangani seorang koreografer tarung berpengalaman asal Jepang yang memegang kendai sutradara, Kenji Tanigaki, The Furious dibintangi oleh Xie Miao, Joe Taslim, Joey Iwanaga, Brian Le, Jeeja Yanin dan Yayan Ruhian.

HOW MAD ARE YOU? FURIOUS!

Di sebuah negara di Asia Tenggara, Wang Wei (Xie Miao), seorang imigran yang bisu kehilangan putrinya Rainy (Enyou Yang) yang diculik sindikat pelaku trafficking anak-anak. Setelah usahanya menghentikan pelaku gagal karena kehebatan Ho (Brian Le), sang penculik, Wei pun melapor polisi. Sama sekali tak digubris polisi, Wei pun terpaksa turun tangan sendiri melacak sindikat tersebut.

Sementara di tempat lain, seorang jurnalis, Navin (Joe Taslim) bergerak menyamar ke dalam sindikat dalam misi mencari istrinya yang diculik saat menyelidiki kasus penculikan anak-anak. Usaha Navin sayangnya dikacaukan kehadiran Wei yang mengamuk di markas sindikat keji tersebut. Menyadari keduanya sama-sama memiliki tujuan menemukan orang yang dicintai dan membongkar kejahatan sindikat, mereka pun memulai kerjasama dengan saling berbagi info dan berjibaku menghadapi para anggota sindikat yang dipimpin Paklung (Joey Iwanaga) yang kejam.

THE FIGHTS AND THE FURIOUS

WOW! WOW! WOW! Entah berapa kali kami mengucapkan kekaguman kami pada berbagai sekuens perkelahian di dalam film ini. Dimulai sejak menit pertama kita disuguhkan pertarungan hebat antara jurnalis, Matia (Jeeja Yanin) dengan anggota sindikat. Sebentar memang, tapi dampaknya cukup menghentak di awal film, memberikan gambaran awal betapa menjanjikannya sisa durasi film ke depan.

Perkenalan singkat pada bapak dan anak, Wei dan Rainy tak memakan waktu lama. Kita langsung disuguhkan adegan kejar-kejaran Wei dengan truk yang mengangkut Rainy dan para penculik. Adegan seru di tengah jalan dan perkelahian di atas truk benar-benar tak memberi kesempatan penonton untuk menghela napas. Luar biasa menakjubkan! Xie Miao beraksi penuh totalitas sebagai Wei.

Banyak adegan bikin ngiilu di sekuens ini kaki menginjak beling saat berlari mengejar truk, terlempar dari truk berkecepatan tinggi, bantingan sana-sini, cekikan, pukulan yang telak. Rasa-rasanya badan dan tulang kami ikutan merasa sakit. Sebuah kerja hebat dari tim koreografer yang dipimpin sutradara Kenji Tanigaki.

Tak sampai di situ masih banyak sekuens perkelahian yang eskalasinya semakin meningkat! Di tempat hiburan malam, di ring UFC, di pabrik es, di markas sindikat, sampai yang paling paripurna yakni di kantor polisi. Kami bisa bilang sekuens perkelahian panjang di kantor polisi yang melibatkan Xie Miao, Joe Taslim, Joey Iwanaga, Brian Le dan Yayan Ruhian adalah sekuens perkelahian paling hebat dan paling kompleks sepanjang kami menonton film action! Durasi panjangnya sama sekali tak membosankan, tak repetitif dan sangat mengesankan.

Seluruh aktor yang bermain di film ini sepertinya memang sudah menyiapkan fisiknya untuk berlaga dengan koreografi yang disiapkan oleh tim koreografer tarung. Bahkan aktris cilik pemeran Rainy juga mendapatkan porsi tarung yang cukup bikin ngilu.

Xie Miao bermain gemilang sebagai Wei yang bisu tapi paham berbagai bahasa. Wajah panik saat anak diculik, bengis saat bertarung dilakoni dengan baik olehnya. Jika Anda ingat Xie Miao ini sudah berakting sejak kecil menjadi anak Jet Li dalam dua film, The New Legend of Shaolin dan My Father is A Hero yang sempat rilis di bioskop Indonesia periode 1990-an. Bekal beladiri dan akting yang ia dapatkan sejak kecil benar-benar dimanfaatkan di film ini.

Sementara Joe Taslim tak kalah gemilangnya. Aktor berpengalaman dengan latar belakang beladiri judo ini tampil emosional saat mencari istrinya dan tak kalah beringasnya saat bertarung melawan anggota sindikat. Wajah bengis Joe sangatlah mengintimidasi! Brian Le sebagai Ho juga jadi sosok yang ikonik berkat karakter bodoh tapi tangguh dan sulit mati. Keberpihakannya jadi momen yang lucu sekaligus mengejutkan di pertarungan final.

Yayan Ruhian kembali dengan signaturenya sebagai seorang tangan kanan yang kejam dan brutal. Dalam sesi konferensi pers, Kang Yayan menyampaikan sebuah kebanggaan berperan dalam film The Furious ini dan mendapatkan ilmu baru mempelajari ilmu memanah. Dengan fasih karakter Tak yang ia mainkan menjadi seorang pembunuh dengan kecekatan menggunakan busur dan anak panah. Sayangnya karakternya terasa satu dimensi tanpa ada latar yang menambah kedalaman.

Sosok Paklung sang big boss jadi musuh yang menarik dengan dimensi yang cukup mengagetkan. Joey Iwanaga dengan gemilang memainkan perannya dengan kamuflase business man di awal yang kemudian mengamuk dengan kemampuan bela diri yang komplet dan perubahan karakter yang mengerikan. Paklung seakan memiliki kepribadian ganda yang membuatnya jadi karakter big boss yang mengesankan.

Dari sisi cerita memang bukanlah hal yang baru. Tapi naskah yang ditulis Frank Hui, Zhilong Lei dan Tin Shu Mak benar-benar sukses memberikan kesempatan untuk adegan-adegan perkelahian bereskalasi dengan baik. The script serves the action sequences greatly. Aliran kisahnya mengalir dengan baik, bertempo cepat dan memiliki ending dengan pertarungan akhir yang memuaskan.

THE ACTORS OF THE FURIOUS

Dalam sesi Konferensi Pers, Yayan Ruhian dan Joe Taslim berharap para penonton Indonesia mau dan bersemangat untuk menonton film The Furious dan film-film laga buatan Indonesia, selain dari horor dan drama yang menguasai pasar saat ini. Film laga Indonesia seperti Merantau, The Raid & The Raid 2: Berandal yang pernah tayang di bioskop, atau Night Comes For Us, The Big Four dan Shadow Strays di OTT merupakan produk film laga kebanggaan Indonesia yang mampu berbicara banyak di kancah internasional.

Tak lupa Kang Yayan dan Joe Taslim juga berterimakasih pada film The Raid yang membuat karier mereka mencuat dengan membintangi banyak film Hollywood seperti Star Trek, Star Wars, John Wick, The Fast & The Furious dan Mortal Kombat. Mari kita nantikan lagi aksi mereka di film-film besar lainnya setelah The Furious.

THE FINAL FIGHT!

The Furious is a BLAST! Kalian harus menontonnya di layar sebesar mungkin dan dengan audio sebagus mungkin. Rasakan sensasi ngilu dan ngeri melihat pertarungan-pertarungan brutal yang seperti nyata dengan bunyi patahan dan remukan tulang di sana-sini. Tak hanya itu saja, emosi pun bisa tersulut dengan kisah trafficking anak-anak yang selalu relevan untuk diangkat ke dalam film.

Sajian lengkap action brutal penuh emosi hadir dalam The Furious yang akan tayang 17 Juni di bioskop Indonesia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

ROSARIO (2025) – TEROR KUTUKAN MENGERIKAN DI APARTEMEN

FIVE NIGHTS AT FREDDY’S 2 (2025) – SEKUEL YANG DOBEL SERU DAN NGAGETINNYA

GREENLAND 2: MIGRATION (2025) – AKSI HEROIK GERARD BUTLER PASCA BENCANA!