LOVE BARISTA (2026) – MENEMUKAN CINTA DI TEMPAT TAK TERDUGA

Film bergenre romansa tidak asing dengan kerjasama dua negara atau menggunakan negara-negara lain sebagai latar tempat cinta bersemi, bahkan perbedaan negara dan budaya digunakan sebagai bagian dari cerita dan konflik yang menambah pahit manisnya film. Kini lewat film Love Barista, sinema Korea Selatan dan Vietnam bekerjasama memproduksi film roman dengan sentuhan komedi dan drama yang menyentuh.

Dibintangi dua bintang utama, Lee Kwangsoo dari Korea Selatan dan Hoang Ha dari Vietnam, serta beberapa penampilan cameo artis ternama, film Love Barista siap disajikan hangat-hangat mulai Jumat, 10 Juli di bioskop Indonesia.

A HOT CUP OF DIFFERENT CELEBRITY AND WORKING CLASS LIFE

Aktor dan selebriti ternama Kang Jun-Woo (Lee Kwang-soo) tertinggal di Vietnam usai mengadakan syuting iklan. Terdampar tanpa paspor dan uang serta handphone yang rusak, Junwoo berusaha keras bertahan hidup di Ho Chi Minh dibantu seorang wanita lokal yang bekerja sebagai barista, Thao (Hoang Ha).

Lewat kehidupan Thao, Junwoo menemukan berbagai makna hidup yang membuatnya semakin bersyukur pada kemewahan yang selama ini ia anggap remeh. Dari mata Thao pula Junwoo menemukan kebahagiaan lewat pekerjaannya sebagai barista. Sementara Thao memperhatikan detail kecil pada kehidupan Kwangsoo yang gemerlap dan memahami pergulatan batinnya. Bermula dari saling memahami keduanya pun menemukan cinta.

A HOT CUP OF BEANS AND THE SCARE OF BECOMIING A HAS BEEN

Menonton Love Barista dan mengharapkan romansa manis antar dua warga negara Korsel dan Vietnam beserta meet cute, awkward moments serta pendekatan yang malu-malu adalah ekspektasi yang tepat. Tapi yang tak diduga bisa didapatkan dari film karya sutradara Kim Sung-Hoon ini adalah perbedaan kelas sosial dan pergulatan batin kedua karakter utama Junwoo dan Thao.

Naskah yang ditulis Anh Eun-soo & Leem Ha-ni cukup manis untuk membuat penonton mesem-mesem melihat dinamika hubungan Junwoo & Thao, tetapi cenderung hambar menggambarkan kehidupan glamor Junwoo di awal. Sementara sosok Thao yang pekerja keras memberikan dimensi lebih yang membuat penonton bersimpati lebih padanya dibanding Junwoo yang emosian.

Menariknya, karakter Junwoo yang di awal mengesalkan perlahan merebut simpati penonton dengan dinamika karakternya saat tersesat di Ho Chi Minh dengan handphone rusak dan tanpa uang sepeserpun. Lewat kehidupan yang dijalani bersama Thao, Junwoo berubah lebih kalem, menikmati hidup dan lebih banyak bersyukur.

Berdurasi 116 menit, film Love Barista memang terasa panjang, apalagi ditambahkan dengan sekuens geliat sahabat Thao dan persoalan di kampung Thao. Untungnya hubungan kedua karakter utama makin manis disertai dengan adegan-adegan gemas khas film romance. Kedekatan Junwoo dengan sahabat dan keluarga Thao pun jadi pemanis yang makin membuat penonton menginginkan keduanya berjodoh. Tapi, tentu saja muncul rintangan yang memuncak sejak dibangun di pertengahan film berkaitan dengan ponsel Junwoo yang rusak.

Secara umum Love Barista sangat pas mengusung genre roman pasangan antar dua negara. Semua syarat utama terpenuhi dengan meet cute & fish out of water kocak, momen gemas di puncak, serta perjalanan di tempat-tempat wisata yang sangat menarik. Ditambah bumbu-bumbu kuliner Vietnam yang ditonjolkan dengan baik membuat filmnya bisa menarik minat penonton untuk berwisata ke Vietnam. Tapi sayangnya latar belakang dunia barista di film ini terlalu minim hingga terasa seperti tempelan saja di judul.

Ambisi Thao menjuarai lomba menghias kopi untuk bisa ke Italia memang beberapa kali disebutkan, disertai kehidupan Thao yang dekat dengan biji kopi. Tapi semua itu dimunculkan hanya secuil di awal film dan memasuki babak ketiga, serta tak pernah menjadi elemen yang kuat dalam naskah untuk dijadikan sebuah kata dalam judul film. Ini membuat film akan lebih cocok jika berjudul Love in Vietnam atau Vietnam, I Love You!

Lee Kwang-soo (Series Running Man) berakting effortless di film ini, meskipun agak kesulitan dalam berbahasa Inggeris, namun segala tingkah polahnya seakan ada di karakternya dalam series Running Man. Walau begitu di momen serius terlihat Kwangsoo mencoba dengan baik untuk memberikan akting serius, tapi sulit bagi kami melepaskan image konyolnya. Sementara Hoang Ha (Em Va Trinh, The Soul Reaper), pemeran Thao, mengemban beban lebih berat dengan karakter kalem yang kadang menyimpan kesal. Senyum manis Hoang Ha jadi senjata yang mematikan untuk membuat kami menyukai karakternya.

Secara teknis tidak ada masalah dalam film ini, sutradara Kim Sung-Hoon yang berpengalaman menyutradarai film laris Confidential Assignment dan Rampant rasa-rasanya tidak perlu diragukan lagi, meski genre romance yang kini harus ia garap. Sedikit catatan bagi kami adalah sound design-nya yang terlalu treble sehingga di beberapa momen terjadi ketidakseimbangan dialog antara orang Korea yang senang teriak dan orang Vietnam yang cenderung soft spoken.

THE VERDICT

Love Barista adalah film romance manis yang layak disaksikan di layar bioskop. Di tengah makin jarangnya film romcom tayang di bioskop, Love Barista memberi kesegaran dengan memperkenalkan kita pada budaya, kuliner serta kehidupan di kota besar negara Vietnam, serta tentu saja tingkah kocak dari Lee Kwang-soo yang banyak memiliki fans di Indonesia dan kali ini harus berakting serius dan romantis.

Love Barista tayang mulai hari ini, Jumat, 10 Juli di bioskop Indonesia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

FIVE NIGHTS AT FREDDY’S 2 (2025) – SEKUEL YANG DOBEL SERU DAN NGAGETINNYA

ROSARIO (2025) – TEROR KUTUKAN MENGERIKAN DI APARTEMEN

GREENLAND 2: MIGRATION (2025) – AKSI HEROIK GERARD BUTLER PASCA BENCANA!