THE DEATH OF ROBIN HOOD (2026) – VERSI A24 DARI SOSOK ‘PAHLAWAN’ LEGENDARIS

Semakin kokoh dalam posisinya di industri film dunia membuat Studio A24 kian percaya diri dalam memproduksi kisah-kisah yang tak melulu horor. Kali ini sebuah IP berdasarkan karakter legendaris Robin Hood dibuat kisah imajinasinya dalam film The Death of Robin Hood yang disutradarai Michael Sarnoski.

Dibintangi Hugh Jackman, Jodie Comer, Bill Skarsgard dan Noah Jupe, The Death of Robin Hood tayang mulai hari ini, Jumat 3 Juli 2026 di bioskop Indonesia.

NEW LEGEND & NEW MYTH

Kisah ini bukanlah kisah yang seperti kita kenal perihal sosok Robin Hood, sosok pahlawan yang mencuri dari orang kaya, kemudian membagikan hasil curian pada orang miskin. The Death Of Robin Hood hadir dengan cerita lain dan kelam mengenai sosok ikonik asal inggris ini. Seperti yang dinarasikan diawal film, Robin (Hugh Jackman) menegaskan jika ia bukan pahlawan.

Robin dimintai tolong oleh seorang sahabatnya, Little John (Bill Skarsgard), untuk membantu meyelamatkan istri dan anak yang disandera orang yang ingin balas dendam. Dari sinilah kita tahu jika Robin adalah seorang pembunuh yang brutal.

Beberapa saat setelahnya, ia sekarat dan dibawa Little John pada sebuah biara dan dirawat oleh suster Brigid (Jodie Comer). Sejak itu, Robin tua mulai mendapati ketenangan dan mulai hidup damai, melepas semua masa kelamnya, meski diluar sana seluruh inggris mencarinya dan ingin membalas dendam padanya.

HOW OLD AGE CHANGES US?

Sebuah penafsiran ulang dari balada inggris abad ke-17, The Death Of Robin Hood, jadi sebuah drama pertobatan dari Robin Hood yang merasa dibayangi masa lalunya sebagai pembunuh. Dibawakan apik oleh Hugh Jackman (Les Miserables, Logan) sebagai Robin Tua yang gelisah dan rapuh. Dipadukan dengan scoring yang muram, atmosferik dengan gubahan musik celtic oleh Jim Ghedi.

Naskah yang ditulis sendiri oleh Michael Sarnoski (Pig, A Quiet Place: Day One) memang seakan mengkhianati karakter Robin Hood, tetapi kreativitas untuk mengubah tidak dapat dihalangi, dikarenakan karakter Robin Hood sudah menjadi milik publik.

Latar belakang Robin yang diubah jadi jahat dan mengalami pertobatan di masa tuanya sangatlah agresif dari segi kreatif. Tapi pesan penting soal redemption, rasa bersalah serta pertobatan menjelang kematian menjadi poin yang ingin disampaikan. Alasan memakai sosok Robin Hood untuk membawa pesan ini pun sepertinya untuk memberi efek lebih menohok dibanding memakai karakter manusia biasa. Tidak lebih.

Dari sisi akting, Hugh Jackman memberikan kualitas akting berkelas dan mengingatkan pada perannya di film Logan sebagai superhero gaek di masa tuanya lengkap dengan rasa bersalahnya. Perbedaan pada jahat dan baiknya saja yang membedakan kedua karakternya.

Sementara Jodie Comer (Free Guy, The Last Duel) tak kalah memesonanya dalam memerankan Suster Brigid yang tak tahu ada sosok kejam di hadapannya, ia merawat dengan cinta kasih, sambil memelihara dendam yang tak ia ketahui pada orang yang ia rawat. Sampai pada sebuah pengakuan yang mengubah segalanya.

Secara keseluruhan, The Death Of Robin Hood adalah film drama artistik yang suram dan berat dengan pace sedikit lambat. Layaknya mayoritas film A24, film ini memang sangat segmented, apalagi keberanian mengubah karakter Robin Hood yang akan membuat penonton berjarak. Dramanya mungkin bukan untuk semua, tetapi pesan pertobatan di masa tua dan persahabatan, serta pentingnya melayani dengan penuh kasih akan selalu relevan sepanjang zaman.

YAY OR NAY?

YAY. Selalu disayangkan untuk melewatkan film produksi A24 di layar lebar. Apalagi The Death of Robin Hood ini dibintangi aktor papan atas dalam sosok Hugh Jackman. Ditambah dengan pengkarakteran yang berbeda total dengan legendanya, ini membuat The Death of Robin Hood bisa jadi sajian baru di tengah film-film blockbuster di musim liburan yang minim kejutan.

The Death of Robin Hood tayang mulai hari ini di bioskop.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

FIVE NIGHTS AT FREDDY’S 2 (2025) – SEKUEL YANG DOBEL SERU DAN NGAGETINNYA

ROSARIO (2025) – TEROR KUTUKAN MENGERIKAN DI APARTEMEN

GREENLAND 2: MIGRATION (2025) – AKSI HEROIK GERARD BUTLER PASCA BENCANA!