DEEP WATER (2026) – FILM HIU GANAS YANG GIGIT SIAPA SAJA TANPA BASA-BASI
Hollywood sangat tidak asing dengan film survival dengan elemen monster lautan berjenis Hiu Putih Besar dengan gigi tajam dan agresivitas tinggi saat mencium bau darah. Bahkan di tahun 2026 film berpremis serupa dirilis dengan berbagai pembeda, termasuk aktor watak plus sutradara berpengalaman dengan judul Deep Water.
Dibintangi Aaron Eckhart, Ben
Kingsley, Angus Sampson serta aktris cilik berbakat Molly Belle Wright,
Deep Water karya Renny Harlin (Die Hard 2, Deep Blue Sea) akan
tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Agustus 2026.
SINOPSIS
Kesibukan di bandara Los Angeles
diwarnai dengan persiapan para kru dan penumpang yang akan berangkat menuju
Shanghai. Pilot Rich (Ben Kingsley) yang eksentrik akan memimpin
penerbangan dengan ko-pilot, Ben (Aaron Eckhart) yang tengah dipusingkan
dengan masalah internal keluarga.
DI antara para penumpang ada
keluarga baru dengan dua anak bawaan yang tak akur, grup anak sekolah LA yang
ignorant, anak sekolah Tiongkok yang hendak pulang berlibur, serta seorang
penumpang menyebalkan bernama Dan (Angus Sampson). Perjalanan panjang menuju
Shanghai ternyata mengalami masalah saat ledakan terjadi di bagasi pesawat,
membuat pesawat oleng dan jatuh di perairan. Sisa penumpang yang selamat pun
mencoba mencari pertolongan, sambil mencoba bertahan hidup dari kepungan hiu
ganas yang mengincar nyawa mereka.
ULASAN
Seperti yang kami sebutkan di
atas, sudah banyak film dengan karakter ikan di laut yang memangsa korban
manusia sudah banyak beredar di dunia yang masuk golongan blockbuster seperti Jaws,
Piranha, Deep Blue Sea, The Meg, atau yang terhitung independen dan kelas B
seperti Open Water, Sharknado, dll.
Kini Deep Water hadir
membawa kesegaran lewat penggabungan genre dengan disaster movie yang dalam
film digambarkan dari kecelakaan pesawat di babak pertama film. Selain elemen
disaster, sisi kemanusiaan karakter juga digali lebih dalam lewat berbagai
konflik internal karakternya yang beragam.
Pilot eksentrik womanizer,
ko-pilot yang sedang galau, pramugari yang seorang mantan atlet, perselisihan
mahasiswa Amerika dan Tiongkok, romansa sepasang mahasiswa Tiongkok, serta yang
paling menyesakkan hubungan kakak adik tiri yang renggang. Elemen dramatik dari
konflik-konflik internal ini memang cukup banyak dan terkesan hanya dibahas di
permukaan, tapi cukup efektif membuat penonton terikat dengan penontonnya.
Naskah yang ditulis trio S.P. Krause, Pete Bridges dan Shayne Armstrong ini tidak mencoba menciptakan masalah-masalah yang rumit agar fokus penonton tidak berpaling dari ketegangan para korban untuk survive. Tapi rasa kesal penonton pada karakter Dan cukup berhasil dieskalasi dari babak ke babak hingga pada klimaks yang membuat penonton bertepuk tangan.
Kepiawaian Renny Harlin dalam
menyutradarai Deep Water merupakan berkah dari karya
sebelumnya yang cukup dikenal menjadi film cult yakni Deep Blue Sea. Komplotan
hiu di film ini sangat ganas, tidak punya ampun dan dengan sembarangan membunuh
korban-korban yang sebelumnya menjadi jagoan kami. Ini membuat film Deep
Water jadi film yang tanpa ragu membunuh karakter protagonis di momen
yang tak terduga. Tak berpola, sulit ditebak.
Hal ini menjadi keasyikan sendiri
bagi kami, layaknya menonton film segar di genre yang sudah khatam kami hapal
polanya. Dari sisi kebrutalan sendiri, layaknya film dengan rating 17+ adegan
darah, potongan tubuh, robekan luka gigitan hu serta berbagai kondisi mayat
ditampilkan dengan baik selevel film besar yang cukup baik untuk film dengan
bujet hanya 40 juta dollar saja ini.
KESIMPULAN AKHIR
Meskipun film bergenre sejenis
sudah banyak dirilis, namun Deep Water masih mampu menunjukkan
taringnya dengan ketegangan para karakter untuk selamat dari kejaran hiu,
konflik personal yang relevan serta brutalitas para hiu yang membuat filmnya
jadi seru dan mengasyikkan.
Saksikan Deep Water hanya di bioskop mulai 5 Agustus 2026.


Komentar
Posting Komentar