IP MAN: KUNGFU LEGEND (2026) – PERLAWANAN PENUH INTRIK MELAWAN PENJAJAH
Nama dan kisah harum perjuangan sosok legenda kung fu pencipta Wing Chun, Ip Man tak habis-habisnya dibuat dalam film layar lebar. Setelah quadrilogi Ip Man versi Donnie Yen yang fenomenal dan versi Dennis To sebagai Ip Man muda dalam The Legend is Born: Ip Man, kini versi Ip Man di usia paruh baya pun dibuat dengan judul Ip Man: Kungfu Legend.
Kembali dibintangi Dennis To
sebagai Master Ip Man, Ip Man: Kungfu Legend yang disutradarai Li
Liming ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 22 Juli 2026.
SINOPSIS
Usai menderita di bawah penjajahan
Jepang, Ip Man (Dennis To) dan keluarganya mengalami kesulitan untuk
mendirikan sekolah kung fu akibat perebutan wilayah strategis yang dilakukan
oleh penjajah Inggris yang diwakili pengusaha kejam, Pike (Steven Dasz) yang
mengutus Yei Lihu (Addison Ford) sebagai kaki tangannya.
Usaha busuk dilakukan Pike dengan
memfitnah Master Ip membunuh rekan guru kungfu lain dan menjebloskannya ke
dalam penjara. Ip Man pun makin tak berdaya, karena Pike membayar banyak orang
untuk menguasai Hong Kong secara perlahan dengan niat menghapuskan tradisi dan
ilmu Kung Fu di masyarakat.
REVIEW
Masih berkutat di usaha Ip Man
bertahan hidup menghidupi keluarganya pasca penjajahan Jepang dan saat Hong
Kong dikuasai Inggris, film Ip Man: Kungfu Legend bercerita
dengan cepat tanpa basa-basi mengenalkan para karakternya, baik protagonis dan
antagonis dalam 2 sekuens keributan di seputar perebutan lahan.
Sosok Ip Man masih digambarkan
sebagai seorang jago kung fu yang bijaksana dan menjadi teladan. Kehidupan
sulitnya dibantu oleh seorang pengusaha Direktur Xu Jinsong yang dermawan pada
rakyat miskin dan mendukung pergerakan rakyat melawan penjajahan. Sementara,
Pike digambarkan satu dimensi dengan tujuan hanya untuk menguasai seluruh
wilayah strategis Hong Kong untung bisnisnya.
Tindakan ilegal seperti
pembakaran, penyuapan, pengusiran dan perampasan paksa dilakukan Pike dengan
bantuan Yei Lihu yang diberikan ruang dan dimensi lebih dengan posisinya
sebagai anak Master Hong, guru kungfu sahabat Ip Man. Perkembangan dan dinamika
karakter Yei Lihu membuatnya jadi karakter antagonis yang cukup menarik
perhatian.
Sosok penegak hukum yang biasanya dijadikan musuh dalam selimut perjuangan rakyat juga diberikan dinamika menarik dalam sosok Mei, polwan tegas yang taat aturan dan Kepala Polisi yang sulit diterka pergerakannya. Kesemua karakter dalam film ini memberikan warna yang cukup berbeda dibanding quadrilogi Ip Man milik Donnie Yen yang lebih superior dari sisi aktor dan bujet produksi.
Walau terlihat memiliki bujet
lebih kecil, namun tata produksi dan tata kelahi di film ini patut diacungi
jempol. Meski minim adegan wide shot menggambarkan suasana Hong Kong tempo
dulu, namun beberapa set utama mampu menampilkan kehidupan masyarakat pekerja
di Hong Kong, kumuh tapi dengan gaya klasik di film-film Kungfu periodik.
Koreografi juga jadi salah satu
poin plus dalam film ini. Perkelahian Master Ip di penjara jadi highlight
paling seru dan intens, manakala Master Ip harus dikeroyok napi lain di penjara,
bahkan Ip Man harus bertarung mati-matian dengan seorang napi yang jago
berkelahi menggunakan karambit.
Dari sisi naskah mungkin tidak
istimewa, namun secara umum mampu membuat plot film mengalir cepat. Hal ini
memang bikin film jadi lebih intens, padat dan seru, namun seringkali mengorbankan
momen dramatis dan penggalian karakter. Karakter Pike & Xu Jinsong jadi korbannya
sehingga penonton tidak mendapatkan motivasi mengapa karakternya bersikap
seperti itu.
KESIMPULAN AKHIR
Ip Man: Kungfu Legend menambah
kekayaan cerita Ip Man yang memiliki intrik lebih kelam yang tidak ragu
menempatkan karakter Ip Man dalam posisi terjepit dan putus asa. Diwarnai
perkelahian seru dengan karakter-karakter sulit ditebak arahnya, film Ip
Man: Kungfu Legend mengingatkan pada sensasi menonton film periodic
martial art yang banyak dirindukan orang.
Ip Man: Kungfu Legend tayang
mulai hari ini, 22 Juli 2026 di bioskop Indonesia.


Komentar
Posting Komentar