RUNNER (2026) – ACTION BRUTAL DAN SERU SAMBIL BERKEJARAN WAKTU

Gemilangnya karier Alan Ritchson sejak serial Reacher yang memasuki season 4 membuahkan action star baru di Hollywood. Dengan tubuh tinggi besar dan kekar, pembawaan kalem dan tangguh tanpa banyak bicara membuat sosoknya diidamkan oleh produser-produser untuk main dalam film milik mereka, salah satunga Angel Studio di proyek kedua mereka yang kini bergenre action comedy, Runner.

Didampingi aktor komedi kawakan Owen Wilson, Ritchson melakoni film action dengan gaya Buddy cop movie yang tak hanya seru dan brutal, tapi kocak dan menyenangkan dalam sebuah premis menyelamatkan donor organ liver yang ditunggu pasiennya. Runner tayang mulai Jumat 11 September 2026 di bioskop Indonesia.

SINOPSIS

Bekerja sebagai seorang runner alias pengantar paket (apapun) yang tangguh dan sangat dipercaya membuat Hank Malone (Alan Ritchson) sangat berdedikasi untuk mengirimkan barang hantaran pada tujuannya. Termasuk hari itu, dimana Hank ditugaskan mengantarkan sosok manusia ‘bawel’ bernama Ben Bishop (Owen Wilson).

Meski cerewet, Ben adalah sosok penting di dunia medis yang bertugas mengantarkan organ vital manusia yang didonorkan ke berbagai pasien di seluruh dunia. Pekerjaan mulia yang selama ini Ben jalankan dengan tenang sampai ia berjumpa dengan Damian (Rodrigo Santoro), anak dari ketua geng kartel Zaldivar yang mengincar liver bergolongan darah langka yang dibawa Ben dan Hank. Kini hidup dan mati bukan hanya taruhan sang pasien, tapi juga bagi Ben dan Hank.

ULASAN

Dibuka dengan perlahan dan fokus pada masa lalu Hank, seorang ex-marinir yang kelam paska perceraiannya dengan sang istri, awal film Runner seakan tidak mencerminkan film action keras dengan treatment action brutal penuh darah. Bahkan kemunculan sosok Owen Wilson sebagai Ben menambah keraguan itu.

Keduanya berinteraksi di sepanjang sekuens kedua dengan chemistry yang awalnya awkward dan ‘gak nyambung’. Namun, pelan-pelan seiring waktu berjalan, teror Damian dimulai dan keduanya mulai dekat dan saling bahu-membahu menyelamatkan diri dan liver yang disimpan dalam sebuah wadah yang aman.

Chemistry yang dibangun sebagian besar dari dialog karakter Ben inilah yang menjadi kunci film ini jadi sangat menyenangkan untuk dilihat. Sepanjang babak kedua penonton jadi sangat mendukung duet Ben & Hank mampu melalui teror Damian dan pada akhirnya menyelamatkan pasien.

Dua aktor utama Alan Ritchson (Motor City, The Ministry of Ungentlemanly Warfare) dan Owen Wilson (The Wedding Crashers, Bottle Rocket) bermain sangat baik dalam membangun jalinan persahabatan dua karakter yang baru bertemu dan mengalami kejadian mengancam nyawa. Kelihaian Wilson di ranah komedi dijawab juga dengan wajah dingin Ritchson dan celetukan sarkasnya. Sosok Rodrigo Santoro (300, Love Actually) juga tak kalah hebat dengan karakter Damian-nya yang kejam tapi juga sedikit bawel guna menebalkan kekejamannya.

Berbekal aktor-aktor besar dari Hollywood sebagai karakter utama, film ini juga mempercayakan bakat-bakat lokal Australia sebagai pendukung film. Sama seperti jarangnya film action berlatar Australia, bakat lokal di film ini juga tidak kami kenal namun yang jelas memiliki talenta baik mendukung film ini.

Sutradara Scott Waugh (The Expendables 4, Need For Speed) jadi sosok yang bertanggung jawab memporakporandakan jalanan Brisbane sampai Gold Coast, serta beberapa wilayah suburban Australia di dalam set up adegan laga kejar-kejaran mobil, tembak menembak, serta kehebohan di jalanan raya Australia yang terlihat tenang dan tidak terlalu lebar.

Gila adalah kata yang paling tepat disematkan pada tim produksi di film Runner ini. Dengan berbagai keterbatasan syuting di Australia mereka mampu memamerkan berbagai sekuens laga hebat dan seru. Kejar-kejaran mobilnya yahud, tembak-menembaknya presisi, dan jangan lupa adegan tarungnya yang penuh darah, dengan tusukan dan sayatan pisau yang terlihat seperti nyata.

Walau koreografinya tak semua indah, tapi beberapa adegan cukup memorable, seperti roda mobil berputar, pertarungan klimaks di rumah sakit serta kejar-kejaran mobil yang bikin ngos-ngosan penonton. GILA! Ini adalah contoh film laga yang bepremis sederhana tapi dieksekusi dengan penuh kecintaan pada genrenya.


Duet penulis naskah film panjang debutan, Miles Hubley dan Tommy White juga menambah citarasa film dengan menaburkan bumbu drama yang cukup menyentuh lewat kisah sang pasien yang menunggu donor, relevansinya dengan masa lalu Hank, serta betapa sosok Ben jadi contoh baik sahabat buat Hank dalam pertemuan yang singkat. Sebuah penulisan dengan rajutan cerita dan karakter yang baik.

KESIMPULAN

Dengan chemistry duet karakter utama yang cair, adegan laga seru dan brutal dengan latar Australia yang jarang dieksplor, film Runner bisa jadi akan menjadi film laga favorit Anda berikutnya. Enjoy dan rileks saja, tinggalkan beban pikiran dan nikmati duo konyol dan tangguh dalam sosok Owen Wilson dan Alan ‘Reacher’ Ritchson dalam film action comedy dengan sentuhan drama menghangatkan hati.

Runner tayang di bioskop mulai Jumat, 11 September 2026.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

FIVE NIGHTS AT FREDDY’S 2 (2025) – SEKUEL YANG DOBEL SERU DAN NGAGETINNYA

ROSARIO (2025) – TEROR KUTUKAN MENGERIKAN DI APARTEMEN

GREENLAND 2: MIGRATION (2025) – AKSI HEROIK GERARD BUTLER PASCA BENCANA!