TAJ MAHAL: AN ETERNAL LOVE STORY (2005) – KISAH CINTA ABADI DIBALIK KEMEGAHAN TAJ MAHAL
Dua dekade lalu, seorang filmmaker ternama asal India bernama Akbar Khan membuat film kolosal nan epik berjudul Taj Mahal: An Eternal Love Story. Di tahun 2026 nanti, didistribusikan PT Omega Film, film roman berlatar sejarah berdirinya mausoleum legendaris Taj Mahal ini akan dirilis bertepatan dengan perayaan momen Hari Valentine.
Dibintangi Zulfi Sayed, Sonya
Jehan, Pooja Batra, Manisha Koirala dan Kabir Bedi, film berdurasi
164 menit ini akan membawa penonton ke sebuah perjalanan romantis
memperjuangkan cinta di tengah gejolak perebutan kekuasaan di tanah Hindustan.
Kisah cinta Shah Jahan dan Mumtaz Mahal dalam tajuk Taj Mahal: An Eternal
Love Story ini tayang 13 Februari 2026 nanti.
SINOPSIS
Di usia senjanya Raja Mughal,
Shah Jahan (Kabir Bedi) harus menghadapi kenyataan pahit manakala tahta
kerajaannya diperebutkan oleh dua putra yang sangat ia kasihi, Aurangzeb (Arbaaz
Khan) dan Dara Shikoh (Vaquar Sheikh). Menjadi tahanan rumah, Shah
Jahan hanya bisa meratapi hidup sambil memandang dari jendela sebuah mahakarya
bernama Taj Mahal yang ia bangun demi mendiang istrinya, Mumtaz Mahal, sang
cinta dalam hidupnya.
Shah Jahan mengingat di masa
mudanya saat, masih bergelar Pangeran Khurram (Zulfi Sayed) ia berjuang
demi cinta pada pandangan pertamanya, Arjumand (Sonya Jehan), nama gadis
Mumtaz Mahal. Pertentangan dari internal kerajaan, terutama permaisuri Noor
Jahan (Pooja Batra) yang menginginkan putrinya Laadli Begum (Kim
Sharma) yang menikah dengan Pangeran Khurram. Berbagai intrik politik
kerajaan, termasuk ancaman hukuman mati pun pun dilakukan demi menghalangi
cinta Khurram & Arjumand. Tapi cinta mereka berjaya dan menjadi abadi dalam
simbol berbentuk Taj Mahal.
ULASAN
Sebagai sebuah roman yang
menceritakan latar berdirinya monumen bersejarah, film Taj Mahal: An
Eternal Love Story secara mengejutkan membuka kisahnya dengan intrik
perebutan kekuasaan yang sedikit melenceng dari judul, yakni terjadi setelah
Taj Mahal selesai dibangun. Sedikit bikin bingung awalnya, tapi tak berapa lama
di pertengahan babak pertama ekspektasi yang disiapkan pun terpenuhi.
Penonton baru dikenalkan pada
sosok Shah Jahan muda (Zulfi Sayed) dan Arjumand (Sonya Jehan) yang
kisah cintanya melatari berdirinya Taj Mahal. Dimulai dari pertemuan pertama
yang menggetarkan hati, pertemuan kedua yang membuka identitas masing-masing, perjodohan
yang wajib dijalani Shah Jahan demi kerajaan, persaingan Arjumand vs Laadli,
serta bagaimana intrik-intrik internal kerajaan yang mencoba menghalangi cinta
Arjumand dan Shah Jahan.
Berjalan layaknya drama-drama
cinta roman yang dihalangi perbedaan kasta keluarga, diwarnai lagu-lagu dan
tarian khas sinema India, production design ciamik penuh warna, serta pesona wajah
tampan dan cantik para pemerannya, membuat Taj Mahal: An Eternal Love
Story jadi sajian roman yang bikin betah penontonnya menatap lekat ke layar.
Konfliknya digarap dengan dramatisasi a la opera sabun yang memberikan wujud jelas karakter antagonis dengan protagonisnya. Nyaris tak ada twist cerita yang terjadi selain konsekuensi tindakan yang akan beresonansi di masa depan. Kisah perebutan kekuasaan, dan pengkhianatan pun terbentuk dari kisah masa lalu yang menciptakan keindahan berupa Taj Mahal dan keburukan dalam hal perang saudara di balik kisahnya.
TAJ MAHAL SEBAGAI WARISAN DAN
JEMBATAN BUDAYA INDIA UNTUK DUNIA
Seperti layaknya yang disampaikan
oleh Duta Besar India untuk Indonesia Mr. Sandeep Chakravorty, film Taj
Mahal: An Eternal Love Story sungguh-sungguh menjadi perwujudan jembatan
budaya dari India untuk Indonesia dan dunia, dengan cerita bersejarah dan
elemen budaya serta seni arsitektur di dalam film berdurasi 2 jam 44 menit ini.
Lewat karya film ini Mr. Sandeep membayangkan
penguatan kehangatan hubungan, sinergi dan warisan bersama antar bangsa, dengan
memajukan pertukaran seni, kisah sejarah, arsitektur dan niat baik kolektif
untuk seluruh umat manusia.
Sutradara film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Akbar Khan yang hadir dalam event Gala Premiere yang dihadiri para duta besar negara sahabat dan mantan menteri perekonomian, Bapak Chairul Tanjung, juga menyampaikan rasa bahagia dan bangga dalam sambutannya. Mr. Khan sangat senang dan berterimakasih karena setelah 20 tahun berlalu, filmnya akan dirilis di Indonesia demi menyambut Hari Valentine.
Mr. Khan dengan rendah hati memberi
kata-kata mutiara yang melengkapi puisi penyair ternama, Rabindranath Tagore
saat mengagumi keindahan bangunan Taj Mahal, “Kekaisaran, kekuasaan dan
kekayaan memudar ketika berlian, mutiara, dan rubi lenyap, sementara tetesan
air mata tetap bersinar terang di sepanjang waktu tanpa ada cela, sampai selama-lamanya.”
KESIMPULAN AKHIR
Taj Mahal: An Eternal Love
Story adalah roman sejarah yang tidak hanya romantis dan memanjakan mata,
tetapi dipenuhi intrik-intrik perebutan kekuasaan dalam kerajaan yang konfliknya
digarap dengan dramatisasi ala opera sabun. Kecantikan Sonya Jehan dan ketampanan
Zulfi Sayed tak kalah indahnya dengan bangunan Taj Mahal yang legendaris.
Meriahkan Hari Kasih Sayang dengan menonton Taj Mahal: An Eternal Love Story yang akan tayang 13 Februari 2026 di bioskop Indonesia.





Komentar
Posting Komentar