SALMOKJI: WHISPERING WATER (2026) – KANDIDAT KUAT HOROR TERSERAM TAHUN INI
Setelah terakhir merilis Exhuma 2 tahun silam, sinema Korea belum menghasilkan horor yang menggebrak lagi. Namun, di perempat awal tahun 2026, film Salmokji: Whispering Water mengubah segalanya. Horor supernatural dengan elemen misteri kental dan jumpscare cerdik dengan timing tepat ini tampil menjadi kejutan dalam raihan jumlah penonton.
Film Salmokji: Whispering
Water yang disutradarai oleh debutan Lee Sang-min dan dibintangi Kim
Hye-yoon, Lee Jong-won, Kim Jun-han, Yoon Jae-chan dan Jang Da-ah
ini langsung mendominasi raihan penonton di daftar box office Korea Selatan dan
menyusul tayang mulai 1 Mei 2026 di bioskop Indonesia.
SINOPSIS
Sebuah tim perekam pemetaan street
view mendapat tugas dadakan karena salah satu foto hasil perekaman mereka di
Danau Salmokji tahun lalu menangkap gambar sesosok wanita di dalam danau yang ‘diduga’
hantu dan menjadi viral di seantero Korea Selatan. Demi meredam isu, warga
sekitar menuntut perubahan street view mutakhir dan berharap kejadian viral tersebut
tidak merusak kondisi danau.
Demi menenangkan warga, Produser
Su-in (Kim Hye-yoon) berinisiatif berangkat dengan timnya untuk
mengulang perekaman street view. Bersama Seong-bin (Yoon Jae-chan) dan
gebetannya kru sekaligus konten kreator Se-Jeong (Jang Da-ah) serta
kakak beradik perekam street view Gyeong-tae (Kim Young-sung) dan
Gyeong-Jon (Oh Dong-min), Su-in pun memulai kerjanya dengan perasaan
was-was. Namun, kehadiran anggota tim perekaman tahun lalu Gyo-sik (Kim
Jun-han) dengan pengalaman dan pengetahuannya seakan memudahkan pekerjaan.
Di tengah proses perekaman, teror
pun bermunculan satu persatu, penampakan hantu, teror mengancam nyawa,
menghantui pikiran serta membuka rahasia yang ada di Danau Salmokji yang penuh
misteri.
ULASAN
KYAAAA!!! APA TUH? BUSEETTT! AAARGGHHH!
Beberapa suara teriakan penonton
riuh terdengar di sepanjang durasi film Salmokji: Whispering Water
pada malam special screening di Studio 22, XXI Gandaria City, selasa 28 April
lalu. Bukan tanpa sebab, teriakan emosional dan kekagetan penonton ini muncul
dikarenakan seramnya banyak adegan jumpscares dan atmosfer seram di dalam film
berdurasi 95 menit ini.
Ini bukan ulasan berlebihan,
karena penulis sendiri yang sudah terhitung kebal menonton film horor sangat
paham betapa sutradara Lee Sang-min sangat handal memainkan tempo,
menempatkan kejutan serta mengkreasikan rentetan jumpscares yang kreatif dan
segar. Apalagi ia punya medium air danau yang digunakan juga sebagai bagian
dari lokasi.
Tak hanya detail pada jumpscares,
film ini juga sangat baik membangun pondasi cerita soal kemunculan hantu di
street view aplikasi Maps, ragam karakter yang menarik untuk diolah, serta
motivasi karakter utama yang punya tekad kuat membuka misteri yang tersimpan
sejak tahun lalu.
Kim Hye-yoon (Ditto, Memoir of A Murderer) sebagai produser Han Su-min berakting tegas sebagai seorang team leader, nemun juga rapuh karena menyimpan rahasia sekaligus penasaran akan peristiwa yang terjadi di perekaman tahun lalu. Bagian karakter emosional dan serampangan dipegang dua kakak beradik Gyeong-tae dan Gyeong-Jon yang dimainkan dengan mengesalkan dan belagu oleh Oh Dong-min (Love in The Big City) dan Kim Young-sung (The Journey to Gyeong-ju).
Karakter Gen-Z diwakili oleh
Se-jeong yang sibuk dengan konten horor miliknya. Sang Gadis penuh semangat dan
punya gadget lengkap ini dimainkan baik oleh debutan layar lebar Jang Da-ah.
Dipasangkan dengan aktor debutan layar lebar yang tampan Yoon Jae-chan,
keduanya tampil maksimal menambah kadar seram pada penonton.
Secara teknis, selain craftmanships
dalam merancang adegan seram, tata produksi yang rumit karena dominan berlatar
malam di sekeliling danau pun jadi keunggulan film, karena film terasa cukup
dari sisi pencahayaan dengan senter dan cahaya natural yang seakan berasal dari
bulan.
Jika dikulik kekurangan film ini mungkin di titik yang banyak menjadi kelemahan film horor secara umum, yakni kebingungan mengakhiri kisahnya. Film ini terasa asyik untuk menakuti, tapi cenderung lupa menetapkan aturan dari mitosnya. Hal ini membuat beberapa adegan yang merupakan bagian dari halusinasi terasa terlalu rumit buat penonton awam.
KESIMPULAN AKHIR
Tak usah banyak basa-basi, segera
beli tiket dan nonton film Salmokji: Whispering Water untuk
mendapatkan pengalaman seru menonton film horor yang, jika beruntung, akan
terjadi parade teriakan berjamaah yang seru, menyenangkan dan menaikkan hormon adrenalin Anda. Seru banget!
Salmokji: Whispering Water tayang mulai Jumat, 1 Mei di bioskop Indonesia.





Komentar
Posting Komentar