TURBULENCE (2025) – TEROR PELAKOR DI ATAS KETINGGIAN BALON UDARA
Nama aktris asal Rusia Olga Kurylenko cukup familiar di industri film dunia berkat beberapa peran menonjolnya di genre action, terutama salah satu film James Bond, Quantum of Solace. Setelah lama berkecimpung di beberapa film kelas B produksi Eropa, kini salah satunya kembali tayang dengan judul Turbulence.
Mengambil premis cukup unik dengan genre thriller suspense di atas balon
udara, Turbulence juga menampilkan Jeremy Irvine dan Hera Hilmar serta aktor kawakan Kelsey
Grammer. Dipenuhi intrik
perselingkuhan dan ketegangan di atas ketinggian, film Turbulence akan tayang mulai 10 April di bioskop
Indonesia.
SINOPSIS
Berkisah sepasang suami istri, Zach
(Jeremy Irvine) dan Emmy (Hera Hilmar) yang hendak melakukan
honeymoon yang terunda dengan menaiki balon udara dan berkeliling diangkasa
dengan dikapteni Harry (Kelsey Grammer). Beberapa saat sebelum terbang,
tiba-tiba datang Julia (Olga Kurylenko), wanita yang mendadak ikut
karena diam-diam mengikuti Zach.
Awal penerbangan tak terjadi
apa-apa dan normal. Namun ketika balon mengudara makin tinggi di udara
pegunungan yang dingin, kegilaan terjadi dan menjadi petaka yang merusak balon
udara. Kini mereka semua harus bertahan hidup diudara dalam kondisi balon dan
hubungan rumah tangga Zach dan Emmy yang rusak.
ULASAN
Dengan perpaduan antara thriller dan
suspense penuh ketegangan dengan konflik drama hubungan rumah tangga, Turbulence
jadi film yang sesuai dengan fitrahnya, menghibur. Dengan niat yang cukup nekat
lewat penggunaan latar balon udara yang tengah terbang tinggi, kami merasa apa
yang ditampilkan dalam film ini cukup menantang secara logika.
Mengingat film ini merupakan
produksi berskala kecil dan masuk dalam kategori film kelas B dengan bujet
minim, tak heran beberapa adegan yang menggunakan efek green screen-nya tampak
kurang rapi jika dilihat secara sepintas. Sutradara Claudio Fah (No
Way Up) memang sudah memaksimalkan kinerjanya untuk membuat thriller balon
udara ini dapat dinikmati dengan memaklumi berbagai kekurangannya.
Konfliknya sendiri dibuka dengan
sebuah adegan yang cukup jauh dari soal hubungan rumah tangga, yakni soal
perkenalan kita pada karakter Zach dan bisnisnya. Awal film ini sangat penting
untuk membuat penonton mengenal siapa Zach dan karakternya sebagai seorang
pemimpin perusahaan dan seorang suami.
Jeremy Irvine yang sempat digadang-gadang jadi calon aktor besar lewat film War Horse atau Mamma Mia: Here We Go Again! kini semakin tenggelam dan cenderung mendapat peran supporting di beberapa film besar atau film berbujet minim seperti Turbulence ini tampil cukup baik memerankan sosok bossy dan suami penyayang tapi penuh rahasia ini.
Sementara Hera Hilmar yang
pernah mencuri perhatian dalam Mortal Engines tampil sebagai damsel
in distress yang terkesan lemah namun memiliki kekuatan yang muncul seiring
durasi film. Peran kompleks jatuh di tangan Olga Kurylenko yang
manipulatif, penuh dendam tapi tak direncanakan dengan matang. Karakteristik
nekatnya sangat menonjol dalam film ini, dan membuat film jadi menegangkan dan
seru.
Latar balon udara di ketinggian
jadi sisi yang menantang dalam produksi film ini. Dengan seluruh adegan balon
udaranya yang menggunakan blue-screen, bisa dibilang bujet minim dalam film ini
sangat berpengaruh hingga di beberapa adegan visualnya terlihat buram dan
kadang terlihat palsunya.
Walau begitu ketegangan di dalam film cukup terjaga. Sutradara Claudio Fah tampak sudah berpengalaman usai menggarap film hiu No Way Up yang menonjol dalam menjaga ketegangannya.
FINAL VERDICT
Turbulence memberikan hiburan lewat teror pelakor
di ketinggian yang langka di atas balon udara. Motif perselingkuhan disertai rahasia
dan plot twist mengejutkan juga mewarnai film berdurasi 91 menit ini. Sebuah tontonan
menegangkan dengan kejutan-kejutan.
Turbulence tayang di bioskop mulai 10 April 2026



Komentar
Posting Komentar