NORMAL (2026) – ACTION BRUTAL SERU, NYELENEH DAN PENUH KEJUTAN

Perkembangan karier adalah hal yang lazim di industri film, seperti halnya aktor jadi sutradara, atau jadi produser, penulis menjadi sutradara, atau berkembang mediumnya, dari yang sering berakting di serial TV lalu beralih ke layar lebar. Satu yang ingin kami bahas kali ini adalah perubahan spesialisasi dari aktor drama ke yang mendadak jadi ikonik di genre action.

Mengikuti jejak Liam Neeson, aktor kawakan Bob Odenkirk yang malang melintang berakting di genre drama dalam serial Breaking Bad dan Better Call Saul, di usia senjanya justru naik daun saat berakting di film action Nobody yang mampu menarik perhatian. Usai menyelesaikan Nobody 2 bersama sutradara Indonesia, Timo Tjahjanto, Odenkirk kembali bekerjasama dengan penulis naskah dwilogi Nobody, Derek Kolstad (John Wick) untuk merampungkan film action terbaru mereka yang berjudul Normal.

Bermakna ganda sebagai nama sebuah kota kecil di Amerika Serikat dan sebuah kondisi kehidupan masyarakatnya yang adem ayem alias normal, film Normal menyimpan berbagai adegan aksi brutal yang seru dan penuh kejutan. Disutradarai sutradara yang pernah digadang-gadang sebagai sutradara muda berbakat, Ben Wheatley, Normal tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Mei 2026.

SINOPSIS

Menjelang usia pensiunnya, Ulysses (Bob Odenkirk) ditugaskan menjadi sherrif di sebuah kota kecil Normal, untuk menggantikan sherrif lama yang mendadak meninggal dunia. Dengan gaya santainya yang cinta damai dan terkesan pemaaf, bersama deputinya Mike (Billy MacLellan) dan Blaine (Ryan Allen), Ulysses menjalani tugasnya dengan baik tanpa adanya kasus berat yang terjadi di kota Normal.

Beberapa kejanggalan Ulysses mulai rasakan terkait kematian sherrif lama dan amunisi senjata yang berlebihan di kantor polisi, tetapi ia pendam saja. Namun, sebuah peristiwa perampokan bank di tengah kota membuka mata Ulysses akan rahasia yang tersimpan di balik kota Normal. Rahasia yang berkaitan dengan kejahatan internasional yang kejam dan tanpa ampun.

ULASAN

Menonton film action sejenis Normal ini sebaiknya memang dalam ekspektasi aksi seru tanpa banyak berkutat di narasi dan penceritaan yang rumit. Ibarat kata masuk dalam bioskop dengan mindset untuk bersenang-senang melepaskan penat saja dengan bayangan kisah orang yang biasa diremehkan berubah menjadi sosok tangguh yang mendadak jadi pahlawan.

Tapi, mengingat sutradara film ini adalah seorang Ben Wheatley yang punya khas dengan pelintiran cerita dan ketidakterikatannya pada karakter utama membuat siapa saja bisa mendadak mati di pertengahan film ini, mau itu peran utama maupun big boss villain-nya.

Inilah yang terjadi dalam film Normal. Naskah milik Derek Kolstad (John Wick, Ballerina) dan Bob Odenkirk ini membangun pondasi awal dengan tempo santai memperkenalkan sosok Ulysses dan para deputi serta beberapa warga kota yang ditunjukkan ramah dan hidup bahagia di kota kecil Normal. Saat peristiwa perampokan bank terjadi, semua pun berubah. Tempo film bergerak cepat, karakter-karakter terbuka rahasianya, dan semua yang terjadi membuka tabir-tabir gelap yang selama ini dirahasiakan di kota Normal.

Brutal, sadis dan tanpa basa-basi. Adegan tembak-menembak serta ledakan ditampilkan sebrutal mungkin. Kepala meledak ditembak shotgun, tubuh hancur berkeping-keping terkena bom, telinga copot dihujam peluru, sampai tubuh hancur tertimpa mobil digambarkan secara graphic yang akan membuat penonton berteriak dan bertepuk-tangan kegirangan.

Hebatnya, Wheatley tidak berusaha membuat Ulysses sebagai seorang jagoan one man hero, tetapi ia adalah sosok polisi tua yang kelelahan, tangguh, penuh pengalaman, istiqomah tapi butuh bantuan rekan. Sebuah pelintiran kisah di akhir yang membuat Ulysses mendapat dukungan pun jadi sebuah sekuens yang memuaskan untuk mengakhiri film.

Ben Wheatley seakan memperbaiki kesalahan yang ia buat di film Free Fire yang walaupun cukup disambut baik, namun banyak dikritik sebagai sebuah film action yang kosong, tanpa bobot cerita. Di film Normal ini ceritanya lebih berbobot, nyentrik dan memiliki karakterisasi nyeleneh. Teknis peperangannya pun tak lagi sempit di sebuah gudang, tetapi di sebuah kota kecil yang bersalju tebal, penuh dengan karakter berbahaya tanpa diduga.

KESIMPULAN AKHIR

Normal bukanlah action murahan, bobot kisahnya yang nyeleneh, para karakternya yang  nyentrik, pelintiran kisahnya yang tak umum serta adu tembak dan ledakannya yang brutal menjadikan Normal jadi sebuah action yang mengesankan. Seru untuk ditonton ramai-ramai sambil menghitung jumlah korban yang tewas dalam film ini.

Normal tayang mulai hari ini 29 Mei 2026 di bioskop Indonesia




Komentar

Postingan populer dari blog ini

M3GAN 2.0 (2025) – NON-STOP ACTION GILA-GILAAN DENGAN ONE LINER KOCAK!

ROSARIO (2025) – TEROR KUTUKAN MENGERIKAN DI APARTEMEN

FIVE NIGHTS AT FREDDY’S 2 (2025) – SEKUEL YANG DOBEL SERU DAN NGAGETINNYA