MOTOR CITY (2026) – ACTION BRUTAL MINIM DIALOG DRAMATIS & EMOSIONAL
Barisan aktor laga di Hollywood belakangan semakin bertambah dengan nama baru Alan Ritchson dengan serial Reacher serta film terakhirnya War Machine di Netflix. Dengan badan berotot, tinggi besar dan kualitas akting di atas rata-rata aktor laga lain, Ritchson bersiap mendominasi film-film action Hollywood setelah merilis film terbarunya, Motor City.
Ditangani sutradara nyentrik Potsy
Ponciroli, Motor City hadir memberikan sentuhan unik pada genre
action dengan menggunakan treatment minim dialog dan menjejalkan kanal
audio dengan lagu-lagu pilihan yang memanjakan telinga untuk menyampaikan
cerita balas dendam yang dramatis, brutal dan emosional. Dibintangi juga oleh
Ben Foster, Shailene Woodley, Ben McKenzie dan Pablo Schreiber, Motor
City tayang mulai Rabu 26 Agustus 2026 di bioskop Indonesia.
SINOPSIS
Momen bahagia John Miller (Alan
Ritchson) saat melamar kekasihnya Sophia (Shailene Woodley)
tercoreng duka saat Miller yang baru saja selesai menjalani pembebasan
bersyarat kembali ditangkap polisi atas kasus puluhan kilogram narkoba di
bagasi mobilnya.
Merasa dijebak oleh polisi-polisi
korup, Miller mencoba mencari tahu siapa sosok dalang yang membayar para polisi
bayaran tersebut. Kemunculan Reynolds (Ben Foster), gangster mantan
pacar Sophia, saat interogasi membuka mata Miller. Dendam Miller makin membara
manakala Reynolds berhasil merayu Sophia kembali ke pelukannya. Bagi Miller, tak
ada jalan lain selain membalas dendam!
ULASAN
Wow. Wow. Wow. Tak banyak yang
bisa kami utarakan selain rasa kagum dan takjub pada cara sutradara Potsy
Ponciroli mengeksekusi film Motor City ini. Roh genre action
di film ini memang sangat kental dan bergaya layaknya film action di tahun
90-an, meskipun latar film di tahun 1977.
Seperti Rambo atau Commando, John
Miller jadi sosok white knight yang bertarung sendirian untuk
membalaskan dendam pada ketidakadilan yang ia alami. Namun tidak seperti film
action pada umumnya, Ponciroli memilih jalan lain, gaya musikal ala film bisu
dengan dialog super minimal dan menampilkan kualitas akting yang level
ekspresinya dinaikkan sampai mentok membuat Motor City jadi film
action yang sangatlah emosional dan dramatis.
Gaya-gaya actionnya memang brutal
disertai adegan tarung penuh darah, kejar-kejaran mobil dengan intensitas
tinggi, sekuens kabur dari penjara yang menegangkan serta tentu saja final
battle yang memuaskan, dibumbui ending film yang agak nyentrik dan kocak. Sungguh
sebuah film action yang sangat unik dan sangat sayang untuk dilewatkan.
Naskah yang ditulis Chad St. John (The Expendables 4, Peppermint) memang bukan selevel Oscar, namun eskalasi sekuens yang hingga satu jam berjalan mengeskalasi dendam Miller hingga ke level dendam kesumat terasa efektif memantik emosi penonton dalam durasi film yang mencapai 103 menit. Dibantu dengan tingkatan level akting para aktornya yang sangat memanfaatkan olah tubuh dan ekspresi wajah yang sangat mengamplifikasi treatment minim dialognya.
Didukung juga dengan teknis
produksi hebat yang bisa menghadirkann vibes LA di tahun 1977, film Motor
City jadi film yang seakan-akan
benar-benar disyuting tahun segitu. Pilihan musik yang ditangani music
director, Steve Jablonsky (Transformer, Peppermint) tak
kalah menakjubkannya dengan komposisi musik buatannya yang menyatu dengan masa
itu. Pilihan lagu yang berlangsung di tengah adegan juga jadi salah satu yang
membuat film Motor City jadi penuh energi, bahkan membuat adegan-adegan
menguras emosinya sangat enak untuk dinikmati.
Dari sisi adegan laga, Ponciroli seakan ingin memberi sentuhan brutal dan gore dengan tusukan pisau, letusan senjata, hingga tabrakan mobil yang sangat seru untuk disaksikan. Ritchson tampil tenang sesuai dengan pesonanya yang cool dan penuh kewaspadaan. Momen romantisnya memang tak banyak, tapi sangat intim bersama Shailene Woodley (Divergent, White Bird in a Blizzard) yang memerankan Sophia si gadis galau dengan tampilan sexy dan cantik.
Sosok Ben Foster (Hell or
High Water, 3:10 To Yuma) yang lekat dengan karakter villain tampil tidak
mengecewakan. Karakter sengak dan menolak aturan miliknya sangatlah sukses
dibenci tak hanya karakter utama, tapi juga kami sebagai penonton awam. Tambahan
amunisi dalam sosok Pablo Schreiber dan Ben Mackenzie pun sangatlah pas untuk
film yang penuh testoterone ini.
KESIMPULAN AKHIR
Tak usah ragu-ragu! Segera
berangkat nonton Motor City bukan hanya demi menonton Alan
Ritchson yang sedang viral di Indonesia, tapi juga untuk menonton asyiknya genre action untuk dieksplor sedemikian rupa seakan film bisu namun tak kalah sadis
dan brutalnya, dengan naskah simple dan teknis produksi kelas satu!
Motor City tayang mulai Rabu, 26 Agustus 2026 di bioskop seluruh Indonesia.


Komentar
Posting Komentar