MUTINY (2026) – AKSI SERU JASON STATHAM BERTARUNG DI ATAS KAPAL LAUT
Jason Statham (The Transporter, Hobbs & Shaw) kembali beraksi dan penonton Indonesia siap meramaikan bioskop. Bintang laga berkepala plontos yang kini lebih aktif di film B-movie bergenre action ini amat digemari penonton film action di Indonesia. Fisiknya yang tegap, keahlian bela diri, jago tembak dan sedikit berdialog jadi trademark-nya di luar fisiknya yang mudah dikenali.
Mutiny yang ditangani oleh Jean-Francois Richet (Plane,
Le Mesrine) mencoba membawa Statham ke ada kapal niaga pengangkut
puluhan peti kemas berukuran besar dan bertarung melawan pelaku human
trafficking. Apa yang beda kali ini? Saksikan Mutiny di bioskop
mulai Jumat, 21 Agustus 2026.
SINOPSIS
Pekerjaan nyaman Cole Reed (Jason
Statham) sebagai bodyguard pribadi milyuner pengusaha kapal terusik saat
bosnya dibunuh oleh geng pembunuh bayaran yang melibatkan pihak berwajib di
Thailand. Dituduh menjadi kambing hitam, Cole pun melakukan penyelidikan hingga
ke kapal niaga milik bosnya yang hendak berlayar.
Di atas kapal yang dikapteni,
Kapten Marko (Roland Moller), Cole menemukan satu kontainer berisi
korban-korban trafficking. Bersama salah satu kru kapal Angie (Annabelle Wallis),
Cole pun mencoba menyelamatkan korban trafficking dari pihak-pihak jahat
yang ingin menjual mereka.
ULASAN
Mutiny memang terhitung
familiar dan tak jauh beda dengan barisan filmografi Statham dari sisi premis
dan gaya bercerita. Tangguh, jago beladiri, jago tembak berkat masa lalu
militer, sangat peduli pada korban kejahatan dan tidak banyak basa-basi, kualitas
itulah yang dimiliki oleh Cole Reed, yang sepertinya juga mirip dengan karakter
Statham di beberapa film terakhirnya.
Namun, ada yang beda pada
eksekusi sutradara Jean-Francois Richet kali ini. Hubungan antara Cole
dengan bosnya yang seperti keluarga jadi highlight yang melatari dendam Cole
hingga memburu pembunuh bosnya sampai ikut berlayar ke kapal niaga yang ia duga
menjadi motif pembunuhan tersebut.
Sempilan side plot karakter Angie
yang dimainkan Annabelle Wallis (Annabelle, The Mummy) pun lumayan berhasil menjadi penyegar.
Alih-alih jadi sekadar pemanis, Angie menjadi partner Cole yang tak hanya peduli
dan bermoral, tapi juga tangguh, selaras dengan pekerjaannya sebagai kru kapal
yang berukuran besar. Latar militer Angie juga sedikit banyak membuat
keterlibatan Angie membantu Cole pun terasa sepadan.
Naskah yang ditulis oleh J.P. Davis (Plane, The Contractor) bersama debutan Lindsay Michel tidak banyak basa-basi membangun misteri siapa dalang dibalik pembunuhan jutawan pemilik kapal, persaingan industri pengiriman barang via kapal laut, atau urusan warisan kekayaan, tetapi banyak fokus di eksplorasi kejar-kejaran dan pertarungan di berbagai bagian kapal. Geladak, buritan, palka, sekoci, sampai ke ruang kemudi menjadi tempat-tempat bagaimana Cole dan Angie menyelamatkan diri dari kepungan musuh.
Sang musuh utama sendiri cukup
tangguh, dengan kemampuan beladiri yang mampu mengancam Cole dan Angie. Perjalanan
dari awal ketahuan melakukan trafficking hingga final battle cukup seru dengan
elemen gore yang di luar dugaan cukup brutal, tak seperti film-film Statham
lainnya. Sebuah adegan melibatkan pisau dan tembakan paus cukup bikin ngeri.
KESIMPULAN AKHIR
Mutiny jadi
tontonan wajib bagi penggemar Jason Statham yang memiliki banyak fans di
Indonesia. Dengan gaya action familiar disertai bumbu drama kesetiaan dan
pengorbanan, serta sentuhan gore yang cukup sadis Mutiny akan
memuaskan dahaga Anda pada film action klasik one-man-show ini.
Mutiny tayang di
bioskop mulai hari Jumat, 21 Agustus 2026.

Komentar
Posting Komentar