AFTERBURN (2025) - ACTION DISTOPIA YANG SADIS TAPI ASYIK
Nama seorang Dave Bautista di kalangan mantan pegulat profesional yang banting setir jadi aktor cukup mentereng namanya di level atas, bersanding dengan Dwayne 'The Rock' Johnson dan John Cena. Proyek-proyek besar dalam beberapa judul Marvel Cinematic Universe, seperti trilogi The Guardians of The Galaxy dan Avengers serta Blade Runner 2049, Dune serta film James Bond, Spectre yang ia mainkan menjadi bukti sahih kemampuan aktingnya yang tak kacangan.
Kini setelah sempat tampil dalam action fantasy In The Lost Lands bersama Milla Jovovich, Dave Bautista berduet lagi dengan aktris laga Olga Kurylenko dalam sebuah action distopia dalam film Afterburn karya J.J. Perry. Dibintangi juga oleh Daniel Bernhardt, Kristofer Hivju dan Samuel L. Jackson, Afterburn tayang mulai Rabu, 17 September di bioskop Indonesia.
SINOPSIS
Bumi pasca ledakan matahari menjadi sebuah distopia, tempat yang tak ramah untuk ditinggali manusia. Kekuasaan terbagi-bagi antara negara-negara besar di Eropa, di mana Raja Inggris, August (Samuel L. Jackson) lebih mementingkan perburuan karya seni dibanding kesejahteraan rakyatnya. Seorang pemburu harta karun, Jake (Dave Bautista) pun ditugaskan mencari lukisan Monalisa di negara musuh yang dikuasai jenderal otoriter nan keji, Volkov (Kristofer Hivju).
Berbekal iming-iming hasil besar dan kesempatan untuk pensiun, Jake pun mengambil misi tersebut dengan hanya ditemani seorang informan, Drea (Olga Kurylenko), sosok dari golongan pemberontak yang mengharapkan bantuan dari August untuk persenjataan. Misi berbahaya pun dilalui Jake dan Drea demi misi personal masing-masing yang justru akan menyatukan tekad mereka.
ULASAN
Berbekal sedikit informasi dari trailer, kami menetapkan ekspektasi bahwa Afterburn hanya akan jadi sekadar film action dengan bujet minim yang akan memberikan aksi lagi seperlunya saja tanpa punya adegan yang mengesankan. Tapi dugaan kami sedikit melenceng. Secara premis memang Afterburn adalah film dengan plot sederhana dan cenderung mengada-ada, bayangkan saja di kehidupan pasca kiamat masih mementingkan soal karya seni, namun ternyata tidak sesederhana itu.
Motivasi utama para karakternya jelas diungkap di klimaks yang cukup twisty, walau mudah ditebak. Kecohannya memang dibangun dengan baik berkat karakter-karakter nyentrik dalam sosok August dan Volkov. Samuel L. Jackson sudah sangat fasih memerankan karakter sejenis ini dalam film Kingsman atau di peran populernya sebagai Nick Fury.
Namun yang menarik perhatian adalah Kristofer Hivju yang memainkan karakter Volkov dengan penuh kesan. Sosok Volkov digambarkan keji tapi nyentrik dan komikal. Aktor Norwegia yang tenar berkat perannya sebagai Tormund Giantsbane dalam Game of Thrones ini menjadi pemberi nyawa bagi film Afterburn.
Sementara Bautista dan Kurylenko dalam duetnya terasa canggung di beberapa momen. Karakter Jake memang memiliki dialog-dialog lucu serta mampu mengkreasikan momen-momen awkward yang memancing tawa. Namun energinya terasa kurang besar untuk menjadi seorang aktor utama. Presence lebih kuat justru dimiliki Olga Kurylenko (Quantum of Solace, Oblivion) sebagai Drea. Aura gadis badass yang cerdik dan cekatan mampu Kurylenko mainkan dalam film ini.
Sisi action dan stuntman jadi keunggulan utama dalam film berdurasi 105 menit ini. Terutama beberapa sekuens action yang menampilkan tembakan brutal yang penuh darah, wajah hancur, tangan putus atau perut meledak. Beberapa kali kami dibuat ngeri dengan kesadisan film ini. Adegan aksi kejar-kejaran mobil, motor dan tank juga digarap baik dan menyenangkan, utamanya lewat kinerja departemen stuntman yang membuat adegan aksinya sangat meyakinkan.
Nama Nimrod Antal di barisan penulis naskah agaknya jadi pengaruh dalam film ini. Sosok penulis naskah dan juga sutradara film Kontroll, Predators dan Armored ini membawa gaya berceritanya lengkap dengan tone action brutal dengan sentuhan komedi seperti film-film yang ia arahkan. Bersama rekan penulisnya, Matt Johnson, Antal mengadaptasi salah satu seri komik Red 5 bertajuk Afterburn milik Scott Chitwood & Paul Ens, yang memiliki premis dunia pasca kiamat yang suram jadi sebuah skrip panjang dengan menitikberatkan petualangan Jake berburu karya seni dengan aksi laga brutal dipadu sentuhan buddy comedy.
Memang di beberapa adegan ledakan cukup menggambarkan betapa minimnya bujet produksi film dan energi film terasa lemah dan kurang darah di sepanjang durasi, namun hadirnya aktor-aktor berkelas dalam sosok Bautista, Kurylenko dan Jackson serta penggarapan adegan laga plus production design-nya mampu menutupi kekurangan tersebut hingga Afterburn dapat tampil jadi sebuah film action B-Movie yang menghibur.
KESIMPULAN AKHIR
Ikutlah bertualang bersama Dave Bautista dan Olga Kurylenko dalam memburu lukisan Monalisa di tengah bumi yang sekarat pasca kiamat dalam film Afterburn. Brutal, lucu dan dipenuhi adegan aksi yang mengesankan, Afterburn juga dilengkapi karakter-karakter nyentrik dan villain kejam yang membuatnya jadi sebuah film action yang mampu menunaikan tugasnya untuk menghibur.
Afterburn tayang di bioskop mulai Rabu, 17 September 2025




Komentar
Posting Komentar