DEATH WHISPERER 3 (2025) – PERTARUNGAN HIDUP MATI MELAWAN SETAN KEJI

Film horor action Death Whisperer memasuki babak ketiganya, alias trilogi yang menandakan kisah serangan setan terhadap sebuah keluarga yang dipimpin sang jagoan Yak (Nadech Kugimiya) semakin meningkat resikonya.

Dalam Death Whisperer 3 sang adik terkecil Yee jadi sasaran utama para setan untuk dibawa ke dunia mereka seperti yang mereka lakukan pada Yam, kakak Yee dari film pertama. Penyutradaraan beralih ke Narit Yuvaboon, tetapi apakah secara kualitas berubah? Saksikan Death Whisperer 3 yang tayang di bioskop mulai hari ini 1 Oktober 2025.

SINOPSIS

Kisah kali ini terjadi beberapa bulan setelah film kedua. Setelah Yam (Rattanawadee Wongthong) dan Yad (Denise Jalilca Kapaun), kini giliran Yee (Natthacha Nina Jessica Padovan) yang mulai diteror bahkan diculik oleh hantu hitam dengan bisikan mantra yang mematikan.

Secara tangkas Yak (Nadech Kugimiya) dibantu partnernya Sersan Paphan (Ongart Cheamchroenpornkul), serta dua adiknya, Yos (Kajbhunditt Jaidee) dan Yod (Peerakrit Phacharaboonyakiat) mulai berpetualang mencari si bungsu ke hutan terlarang Bongsanidbiang tempat para makhluk halus iblis bersemayam.

ULASAN

Menonton Death Whisperer 3 terasa seperti menonton sekuel dan penutup trilogi dengan ekspansi universe yang lebih luas. Secara umum film ini memang mengulang formula sukses dari dua film pertama, tetapi di saat yang sama, memiliki suasana dan arah yang berbeda. Hal ini menghasilkan beberapa bagian yang berhasil, seru, dan mengejutkan, walau tetap ada beberapa bagian yang agak janggal, bahkan mengecewakan.

Walau begitu, Death Whisperer 3 tetap merupakan horor petualangan 100 menit yang seru dan menegangkan berkat elemen keluarga yang melekat dalam karakter di film ini. Kekompakan Orang tua, Yak, Yos, Yod dan Yad dalam mendapatkan kembali sang adik bungsu cukup membuat film jadi sangat relate dengan penonton.

Secara teknis film ini kembali menghadirkan kerja sound design yang menakjubkan, lengkap dengan rangkaian jumpscares kreatif serta adegan pertarungan sengit melawan setan yang merasuki manusia dengan sentuhan make up, practical dan visual effects yang membuat keajaiban sinema terwujud dalam film ini.

Jika dibandingkan sejak film pertama, perbedaan yang paling mencolok adalah film ini tidak mengambil nuansa drama dari dua film sebelumnya, melainkan mengambil nuansa yang lebih serius dan garang meskipun masih ada beberapa momen lucu, hanya saja dengan intensitas yang lebih rendah. Intensitas tinggi banyak terjadi di adegan pencarian di hutan serta pertarungan-pertarungan seru menyelamatkan para korban yang dirasuki Hantu hitam.

 Di tengah banyak keunggulan, harus diakui pada penceritaan masih terasa sangat lemah dan biasa dari sisi penceritaan. Bahkan sangat klise layaknya tropes dalam film-film horor. Untungnya tertutup dengan akting apik para cast terutama akting powerful dari Nina sebagai Yee, sang korban teror.

Nadech Kugimiya (The Con-Heartist) menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar aktor yang bermain di film Romcom, tetapi juga sebagai aktor spesialis laga layaknya Indiana Jones versi Horor. Kami berharap Death Whisperer 3 ini merajai Box Office kembali agar tak menutup kemungkinan ada Thee Yod selanjutnya. Entah itu sekuel atau Universe baru yang membawa atmosfer baru dan seru.

KESIMPULAN AKHIR

Secara keseluruhan, siapa pun yang mengikuti kisah epik hantu hutan jahat dan penuh dendam ini pantang untuk melewatkan akhir cerita ini. Death Whisperer 3 menutup film dan membuka pintu baru bagi waralaba ini. Ini terjadi selain karena potensi raihan laba serta berkat popularitas karakter P'Yak sebagai salah satu karakter film Thailand yang paling berkesan.

Seram, seru dan menegangkan dengan barisan cast yang tampil apik di luar wajah cantik dan gantengnya. Death Whisperer 3 adalah asupan horor yang layak kalian tonton di bioskop. Death Whisperer 3 tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2025.




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

M3GAN 2.0 (2025) – NON-STOP ACTION GILA-GILAAN DENGAN ONE LINER KOCAK!

REVIEW THE BATTLE: ROAR TO VICTORY (2019) - FILM PERANG GERILYA KOREA VS JEPANG YANG EPIK DAN SERU

ROSARIO (2025) – TEROR KUTUKAN MENGERIKAN DI APARTEMEN