STOLEN GIRL (2025) – ANAK DICULIK, IBU BERTINDAK!

Lepas dari franchise Underworld, karisma Kate Beckinsale sebagai aktris laga belum juga luntur karena setelahnya sempat bermain dalam film Jolt atau Canary Black yang memiliki genre action. Kini memadukan kisah drama penculikan dengan aksi intelejen, film Stolen Girl jadi film berikutnya yang memasang Beckinsale sebagai aktris utama.

Stolen Girl yang sebagian kisahnya didasarkan dari kisah nyata ini ditangani oleh sutradara James Kent (Testament of Youth). Selain Kate Beckinsale, film ini juga dibintangi Scott Eastwood, Matt Craven, Arvin Kananian, Alejandra Howard dan Jordan Duvigneau.

SINOPSIS

Setelah perceraiannya, Mara (Kate Beckinsale) dihadapkan pada kenyataan sang mantan suami Karim Taleb (Arvin Kananian) menculik putri mereka yang berusia enam tahun, Amina.

Setelah bertahun-tahun gagal menemukan Amina, Mara bertemu dengan sebuah tim pencari anak profesional yang diculik secara internasional pimpinan Mitchell (Scott Eastwood). Mereka berjanji akan membantu menemukan Amina, dengan syarat Mara mau bergabung dalam tim mereka. Bagi Mara, apapun ia lakukan untuk menemukan Amina. Termasuk membahayakan nyawanya sendiri.


ULASAN

Kisah dalam Stolen Girl merupakan adaptasi bebas dari kisah Maureen Dabbagh yang pada tahun 1993 mengalami peristiwa sama dalam film ini dan saat ini bekerja sebagai ahli penculikan anak internasional berdasarkan pengalamannya. Dengan naskah yang ditulis Kas Graham dan Rebecca Pollock, kisah tragedi penculikan ini digarap dalam genre drama dengan sentuhan action bergaya intelejen.

Sutradara James Kent yang angkat nama lewat film Testament of Youth memang bukanlah sutradara dengan spesialisasi action. Namun usahanya menampilkan kisah penculikan anak internasional yang pencariannya melintasi banyak negara seperti Meksiko, Albania maupun Lebanon. Hanya saja dalam film terlihat keterbatasan budget yang membuat production design-nya terasa sangat terbatas.

Beberapa kali terjadi perubahan kualitas gambar akibat penggunaan jenis kamera yang berbeda yang membuat keterbatasan budget sangat terlihat. Lokasi syuting yang dipilih pun terlihat terbatas dengan menggunakan stock shots dipadu syuting di lokasi yang mirip padahal adegan berlatar beda negara. Meksiko, Albania dan Lebanon terlihat seperti negara yang sama dengan negara bagian Arizona.

Walau begitu kisah yang diangkat cukup mengikat dengan karakter Mara yang membuat penonton bersimpati lewat perjuangan pantang menyerahnya demi mencari Amina selama 8 tahun. Walaupun time lapse-nya terasa kurang dramatis, namun rasa sakit dan perasaan tidak dipedulikan oleh pemerintah cukup dekat dengan perasaan kami sebagai WNI.

Kate Beckinsale (Serendipity, Underworld) tampil total dalam Stolen Girl dengan range akting luas dalam momen drama dan action. Di usianya yang semakin senja, kemampuan berakting laga tampak masih prima walau adegan laga dalam film ini tidak terlalu ekstrim. Dukungan baik diberikan Scott Eastwood (Flags of Our Fathers, Gran Torino) sebagai mantan tentara yang memimpin agency pencarian anak yang diculik.

Tetapi yang mencuri perhatian adalah sosok Amina remaja yang diperankan oleh Alejandra Howard (Bird Box). Penampilan Howard gemilang membuat patah hati dan sedih, namun kami paham pada keputusan karakternya yang masih remaja. Akhir film yang mengharukan terasa bagus sebagian besar karena kualitas akting Howard yang memukau.

KESIMPULAN AKHIR

Stolen Girl adalah kisah drama penculikan dengan sentuhan aksi intelejen yang potensial menyentuh hati berkat perjuangan seoarang ibu yang pantang menyerah mencari putrinya. Tak hanya menghibur, Stolen Girl juga membuka mata pada kenyataan banyaknya penculikan anak yang terjadi di dunia.

Stolen Girl tayang segera di bioskop Indonesia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

M3GAN 2.0 (2025) – NON-STOP ACTION GILA-GILAAN DENGAN ONE LINER KOCAK!

REVIEW THE BATTLE: ROAR TO VICTORY (2019) - FILM PERANG GERILYA KOREA VS JEPANG YANG EPIK DAN SERU

ROSARIO (2025) – TEROR KUTUKAN MENGERIKAN DI APARTEMEN