Langsung ke konten utama

SUNDUL GAN: THE STORY OF KASKUS (2016)

Dir: Naya Anindita
Cast: Dion Wiyoko, Albert Halim, Pamela Bowie, Melissa Karim, Baim Wong, Ronny P. Tjandra
Genre: Drama, Biografi






Sebagai salah satu Kaskuser yang mendapatkan banyak manfaat dari forum ini sebenarnya bisa jadi bias sih ulasan ini. Tapi sebisa mungkin saya objektif melihat dari sisi sinematis dan mengabaikan status sebagai salah satu kaskuser pengagum Mimin.

Film ini dibuka dengan perkenalan kedua karakter utama kita, Andrew Darwis (Albert Halim), sang Mimin (istilah admin pendiri Kaskus), seorang jenius pendiri dari Kaskus, sebuah forum internet terbesar di Indonesia dan Ken Dean Lawadinata (Dion Wiyoko), sang sepupu yang sangat bersemangat di saat mereka berdua sedang kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Dimulai dengan dinamis dan penuh warna serta banyak menggunakan grafis yang cukup keren namun sayang awal film ini tampil berantakan dalam penyajiannya. Sesi introduksi karakter utama di 15 menit awal ini berjalan kurang mulus. Dari apa yang nampak di layar, seperti tidak ada kesinambungan yang baik dan konsisten.



Namun semua berubah di sisa film selanjutnya, terutama sejak Andrew kembali ke Indonesia setelah diyakinkan oleh Ken bahwa dirinya akan menikah segera. Sejak itu alur film berjalan lebih lancar dengan berfokus kepada konflik personal seputar sibuknya Andrew mengoperasionalkan Kaskus dengan server di Indonesia, perjuangan Ken mencari investor serta ketidaksepahaman mereka berdua akan konsep bagaimana menjalankan Kaskus sebagai satu tim dengan bumbu kesibukan Ken dalam mempersiapkan perkawinan dan sifat protektif dan posesif Andrew kepada Kaskus yang dianggapnya sebagai "bayinya", sehingga tidak berani mengambil resiko-resiko yang diharapkan oleh Ken akan dilakukan oleh Andrew.

Patut diakui, arahan sutradara film panjang debutan, Naya Anindita (Anna & Ballerina) memang sangat atraktif dan dinamis. Memanfaatkan betul grafis yang keren, editing cepat dan lincah, musikalitas yang jauh dari kata mainstream, namun bercitarasa anak muda yang aktif dan kreatif. Gaya Naya dalam mengeksekusi film ini sangat cocok dan pas. Namun itu tadi ada beberapa titik di awal film yang tidak beraturan dari sisi timeline cerita. Hal lain adalah banyaknya penggunaan green screen yang cukup mengganggu. Memang green screen efektif dalam menekan bujet. Tapi banyaknya adegan outdoor di Seattle mengakibatkan banyaknya penggunaan green screen, dan hampir semuanya tidak pas dari sisi pencahayaan. 


Di akhir film, penyelesaian konflik dari skrip buah tulisan Ilya Sigma dan Priesnanda masih kurang kuat. Terkesan di antara keduanya mudah dalam memaafkan tanpa adanya drama rekonsiliasi. Apa boleh buat mungkin memang seperti itu adanya kisah mereka. Dan itulah poin terbesar dari film ini. APA ADANYA. Andrew dan Ken menceritakan kisah mereka apa adanya. Konflik memang cukup rumit, namun tidak didramatisir berlebihan. semua wajar, normal, tidak melulu dramatis (kecuali waktu Kaskus dihack dan kantor panik). Mereka juga terbuka di dalam mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang dilalui bersama. 

Dion Wiyoko tampil luar biasa di sini, menambah bobot tubuh bukan hal yang luar biasa di sini, namun bagaimana ia membawakan sosok Ken yang cuek, maniak game, namun di saat yang sama bisa perduli dan gigih mencari investor. Albert Halim juga patut diacungi jempol. Dengan mimik wajah dan gaya bicara yang meniru "Mimin", ia juga menampilkan emosi seorang yang posesif akan karya ciptaannya dan juga bisa tampil nyebelin waktu berinvestasi hanya demi menunjukkan dirinya juga bisa berbisnis. Sisa pemain lain tidak begitu banyak mendapatkan waktu dan kesempatan untuk menunjukkan kapasitasnya. Kecuali mungkin pemeran Ade Sulistyo (Ronny P. Tjandra) yang tampil rileks dan natural sebagai seorang milyuner.


Sebuah karya perdana yang cukup baik buat Naya Anindita dan sebuah biografi yang informatif, terutama bagi para kaskuser, termasuk saya. Memang banyak kekurangan di sana-sini, namun inspiratif buat anak muda yang sedang merintis masa depannya.

Rate: 3 out of  5 Stars

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A: AKU, BENCI & CINTA (2017)

Dir: Rizki Balki
Scriptwriter: Alim Sudio
Cast: Jefri Nichol, Indah Permatasari, Brandon Salim, Syifa Hadju, TJ, Amanda Rawles Genre: Teen Romance Comedy, Drama



Tahun 2017 ini merupakan kebangkitan film indonesia di genre romance.. setelah Dear Nathan dan Sweet 20 yang mampu tampil bagus dan memikat penonton, kini ada A: Aku, Benci & Cinta (selanjutnya disebut fim ABC) yang juga tampil baik.
Memakai formula film-film komedi romantis ala thailand, yang banyak menyisipi komedi yang absurd nan kocak dalam tiap film romantisnya. Film ABC ini berhasil memadukan formula tersebut. Alkisah, 3 sahabat Alvaro (Jefri Nnichol), Alex (Brandon Salim) dan Athala (Amanda Rawles) yang tengah menghadapi persoalan cinta segitiga mengalami musibah saat Athala mengalami kecelakaan dan koma selama setahun lebih. Alex dan Alvaro bergantian menjaga Athala setiap hari di rumah sakit.


Sementara di sekolah, Alvaro yang seorang ketua osis dan playboy di sekolah selalu terlibat konflik dengan Anggia (Indah Perma…

WONDER (2017)

Dir: Stephen Chbosky
Screenplay: Stephen Chbosky, Steve Conrad & Jack Thorne
Cast: Jacob Tremblay, Julia Roberts, Owen Wilson, Izabela Vidovic, Mandy Patinkin
Genre: Drama


Diadaptasi dari novel karya R.J. Palacio, Wonder menjadi sebuah film yang menjadi kejutan di tangga box office Amerika Serikat sejak pertama kali rilis pada tanggal 17 Novermber 2017 lalu. Rilis berbarengan dengan Justice League, Wonder tanpa gentar menghasilkan 87 juta dolar di minggu ketiga penayangannya atau saat pertama kali tayang di Indonesia.

Berkisah tentang sosok August 'Auggie' Pullman (Jacob Tremblay), seorang anak kelas 5 SD yang merupakan seorang anak penderita kelainan genetik yang menyebabkan kerusakan jaringan di wajahnya sehingga dikhawatirkan akan mengalami bullying (perundungan) saat untuk pertama kalinya masuk ke sebuah sekolah umum. Isabel (Julia Roberts) dan Nate (Owen Wilson), orangtua Auggiesangat cemas melalui peristiwa tersebut. Kekhawatiran yang tidak tanpa alasan, mengingat selam…