Langsung ke konten utama

THE CONJURING 2 (2016)

Dir: James Wan
Cast: Vera Farmica, Patrick Wilson, Frances O'Connor, Franka Potente, Madison Wolfe
Genre: Horror


James Wan membuktikan bahwa dirinya adalah sutradara yang piawai dalam membesut film-film horror. Setelah 2 seri Insidious dan The Conjuring yang fenomenal dan sempat banting setir menangani Furious 7, sutradara kelahiran Malaysia tersebut membuktikan dirinya adalah sutradara kelas A di Hollywood. 

Bukan, bukan raihan dollar indikatornya. Kemampuan menangani film-film horor berbujet minimal dengan formula tersendiri yang menjadi trademarknya ditambah visinya yang seakan mengetahui apa yang penonton inginkan di dalam sebuah film horor adalah indikator utama.



Masih dengan format yang mirip dengan film pertamanya yang bermula dari sebuah kasus yang nampak tidak berkaitan dengan kasus utama di film ini. Pasangan Ed Warren (Patrick Wilson) dan istrinya yang berkemampuan "spesial", Lorraine Warren (Vera Farmiga) tengah melakukan penyelidikan di rumah keluarga Lutz, kota Amityville. Penglihatan Lorraine akan seorang sosok setan berwujud biarawati dan kejadian yang menimpa Ed di dalam penglihatannya tersebut membuat Lorraine sedikit trauma dan khawatir akan kejadian di masa yang akan datang.

Sementara itu di Enfield, London, seorang single parent Peggy Hodgson (Frances O'Connor) dengan 4 anaknya mengalami kejadian yang mengerikan. Seluruh kejadian menimpa seluruh anggota keluarga dan berpusat pada Janet Hodgson (Madison Wolfe) yang sebelumnya sempat bermain Ouija Board di kamarnya.


Berbagai penampakan, suara-suara aneh, benda yang bergerak sendiri, bekas gigitan, bahkan sampai kejadian yang hampir melukai para anggota keluarga terjadi secara simultan dan tidak mengenal waktu. Polisi yang sempat memeriksa rumah keluarga Hodgson pun tidak habis pikir dan menyarankan Peggy untuk meminta bantuan dari pendeta.

Pihak Gereja katolik yang berpusat di Vatikan pun bertindak mengutus Ed & Lorraine ke London demi mengumpulkan bukti. Konflik batin Lorraine yang masih dihantui sosok Hantu Biarawati sempat menghalangi keinginan untuk membantu keluarga Hodgson. Didorong rasa iba setelah melihat kondisi keluarga Hodgson dan "iblis" yang menghantui mereka, Ed & Lorraine pun turun tangan melakukan pengusiran.


Resep sukses dari sebuah film adalah raihan dollar dan pengakuan kritikus, plus kepuasan para penonton dalam menonton film yang dicurahkan melalui sosial media ataupun media komunikasi lain. Khusus untuk film horor adalah kepuasan penonton yang berhasil ditakut-takuti dan gembira mengalami pengalaman ketakutan tersebu. The Conjuring 2 ini mampu mencapai level tersebut. 

Banyak sekali momen-momen "kejutan" di dalam film ini, boleh dibilang hampir setiap scene mampu meneror penonton. Bahkan sekadar obrolan kecil, siang hari, pagi hari, semuanya tampil mencekam. Didukung teknik pencahayaan yang suram dan dingin, yang menambah keseraman, juga maksimalnya sinematografi film ini dalam mengambil gambar tiap sudut ruangan, dari mulai ruang tv, tangga, dapur, kamar, serta ruang cuci dari rumah keluarga Hodgson. Sisi sinematografi dan pencahayaan ini adalah keunggulan teknis utama dalam film ini, penonton dibuat seakan mengenal seluk beluk rumah dan mungkin seakan di dalam rumah tersebut. Luar biasa.



Walau masih dengan formula yang sama, dibuka dari kasus lain yang terkesan tidak berhubungan, lalu perkenalan ke rumah yang menjadi kasus utama, teror hantu, pertemuan pasangan Warren dengan keluarga yang diteror, penyelidikan dan klimaks di pengusiran. Namun tidak terasa pengulangan sama sekali. Masih tetap juara dalam menakuti walaupun durasi yang sedikit kepanjangan (dimaklumi demi build up scary scenes sih) dan revelation case di jelang klimaks yang seakan kebetulan menjadi sedikit kekurangan.

Dari sisi akting, Vera Farmiga tampil tanpa cela, pembawaannya yang tenang walau menyimpan kekhawatiran yang memuncak di klimaks film betul-betul penampilan berkelas. Madison Wolfe pemeran Janet, sang gadis yang diteror juga sangat baik. Aktor muda yang sangat berbakat. Momen di saat Janet kerasukan mengingatkan akan akting Linda Blair di The Exorcist.


Singkatnya, jika ingin mengalami perasaan seru ditakut-takuti oleh sebuah film berdurasi 2 jam setengah, dengan penampakan dan adegan mengagetkan yang bertebaran hampir di seluruh adegan, maka ini film yang sangat sayang untuk dilewatkan untuk di tonton di bioskop. Sebuah pengalaman sinema yang kembali menunjukkan betapa hebatnya kekuatan film dalam menghibur penontonnya.

Rate: 4,5 outta 5 Stars
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A: AKU, BENCI & CINTA (2017)

Dir: Rizki Balki
Scriptwriter: Alim Sudio
Cast: Jefri Nichol, Indah Permatasari, Brandon Salim, Syifa Hadju, TJ, Amanda Rawles Genre: Teen Romance Comedy, Drama



Tahun 2017 ini merupakan kebangkitan film indonesia di genre romance.. setelah Dear Nathan dan Sweet 20 yang mampu tampil bagus dan memikat penonton, kini ada A: Aku, Benci & Cinta (selanjutnya disebut fim ABC) yang juga tampil baik.
Memakai formula film-film komedi romantis ala thailand, yang banyak menyisipi komedi yang absurd nan kocak dalam tiap film romantisnya. Film ABC ini berhasil memadukan formula tersebut. Alkisah, 3 sahabat Alvaro (Jefri Nnichol), Alex (Brandon Salim) dan Athala (Amanda Rawles) yang tengah menghadapi persoalan cinta segitiga mengalami musibah saat Athala mengalami kecelakaan dan koma selama setahun lebih. Alex dan Alvaro bergantian menjaga Athala setiap hari di rumah sakit.


Sementara di sekolah, Alvaro yang seorang ketua osis dan playboy di sekolah selalu terlibat konflik dengan Anggia (Indah Perma…

WONDER (2017)

Dir: Stephen Chbosky
Screenplay: Stephen Chbosky, Steve Conrad & Jack Thorne
Cast: Jacob Tremblay, Julia Roberts, Owen Wilson, Izabela Vidovic, Mandy Patinkin
Genre: Drama


Diadaptasi dari novel karya R.J. Palacio, Wonder menjadi sebuah film yang menjadi kejutan di tangga box office Amerika Serikat sejak pertama kali rilis pada tanggal 17 Novermber 2017 lalu. Rilis berbarengan dengan Justice League, Wonder tanpa gentar menghasilkan 87 juta dolar di minggu ketiga penayangannya atau saat pertama kali tayang di Indonesia.

Berkisah tentang sosok August 'Auggie' Pullman (Jacob Tremblay), seorang anak kelas 5 SD yang merupakan seorang anak penderita kelainan genetik yang menyebabkan kerusakan jaringan di wajahnya sehingga dikhawatirkan akan mengalami bullying (perundungan) saat untuk pertama kalinya masuk ke sebuah sekolah umum. Isabel (Julia Roberts) dan Nate (Owen Wilson), orangtua Auggiesangat cemas melalui peristiwa tersebut. Kekhawatiran yang tidak tanpa alasan, mengingat selam…

SUNDUL GAN: THE STORY OF KASKUS (2016)

Dir: Naya Anindita
Cast: Dion Wiyoko, Albert Halim, Pamela Bowie, Melissa Karim, Baim Wong, Ronny P. Tjandra
Genre: Drama, Biografi






Sebagai salah satu Kaskuser yang mendapatkan banyak manfaat dari forum ini sebenarnya bisa jadi bias sih ulasan ini. Tapi sebisa mungkin saya objektif melihat dari sisi sinematis dan mengabaikan status sebagai salah satu kaskuser pengagum Mimin.
Film ini dibuka dengan perkenalan kedua karakter utama kita, Andrew Darwis (Albert Halim), sang Mimin (istilah admin pendiri Kaskus), seorang jenius pendiri dari Kaskus, sebuah forum internet terbesar di Indonesia dan Ken Dean Lawadinata (Dion Wiyoko), sang sepupu yang sangat bersemangat di saat mereka berdua sedang kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Dimulai dengan dinamis dan penuh warna serta banyak menggunakan grafis yang cukup keren namun sayang awal film ini tampil berantakan dalam penyajiannya. Sesi introduksi karakter utama di 15 menit awal ini berjalan kurang mulus. Dari apa yang nampak di layar, seperti …