X-MEN: APOCALYPSE (2016)

Dir: Bryan Singer
Cast: Jeniffer Lawrence, James McAvoy, Michael Fassbender, Nicholas Hoult, Sophie Turner, Oscar Isaac, Tye Sheridan, Kodi Smith-McPhee, Olivia Munn, Alexandra Shipp, Evan Peters, Rose Byrne
Genre : Superhero, Action


Setelah penantian 2 tahun lalu saat kita pertama kali melihat sosok En Sabah Nur di end credits scene X-Men: Days of Future Past, kini kita bisa melihat sosok mutan pertama di dunia itu beraksi untuk memporak-porandakan bumi.

Bermula dari sebuah proses yang (sepertinya) bertujuan untuk mentransfer kekuatan dari sosok En Sabah Nur yang dielu-elukan oleh rakyat Mesir di tahun 1800-an sebelum masehi kepada sosok seorang mutan yang mempunyai kekuatan menyembuhkan diri. Kerusuhan di tengah proses transfer kekuatan mengakibatkan sosok En Sabah Nur terkubur dalam kondisi tertidur di bawah piramida. 

Kisah beralih ke beberapa sosok mutan muda di tahun 80-an yang tengah sekolah di sebuah akademi milik Profesor Charles Xavier (James McAvoy). Dengan dibantu oleh Hank'The Beast' McCoy (Nicholas Hoult) mereka mengelola akademi untuk mutan-mutan muda memahami dan mengelola kekuatannya. Jean Grey (Sophie Turner), sosok mutan yang menurut Profesor X adalah mutan dengan kekuatan terbesar sudah bersekolah di sana dan berkenalan dengan Scott 'Cyclops' Summers yang baru menemukan sifat mutannya dan dimasukkan ke akademi oleh kakaknya, Alex Summers (Lucas Till).

Di lain tempat, Mystique (Jennifer Lawrence) sibuk menyelamatkan mutan-mutan lain dari berbagai tindak kejahatan, bully, diskriminasi dan pertarungan bayaran. Mystique pun berhasil membawa Kurt 'Nightcrawler' Wagner (Kodi Smit-McPhee) ke akademi.Tujuan Mystique ke akademi bukan hanya untuk menyelamatkan Nightcrawler saja. Dia ingin menemukan Erik 'Magneto' Lensherr (Michael Fassbender) yang tengah mengalami kesulitan besar di tempat persembunyiannya.

Moira MacTaggert (Rose Byrne), Agen CIA sahabat Profesor Xavier turut serta di tengah kekacauan saat menemukan kekacauan yang lebih besar lagi dalam sosok En Sabah Nur (Oscar Isaac) yang bangkit dari tidurnya dan mengancam kedamaian dunia. Dengan merekrut Ororo 'Storm' Munro (Alexandra Shipp), Angel (Ben Hardy), dan Psylocke (Olivia Munn), En Sabah Nur bertekad melakukan genosida dan menguasai dunia. Para X-Men, termasuk Peter 'Quicksilver' Maximoff (Evan Peters) kemudian mengetahui betapa bahayanya En Sabah Nur saat sang Apocalypse berusaha merekrut Magneto menjadi salah satu pasukannya. Pertarungan besar pun tidak terelakkan. 


Menurut saya film ketiga dari trilogi baru X-Men (setelah X-Men First Class & X-Men Days of Future Past) ini adalah sebuah film yang luar biasa. Dengan banyaknya karakter serta kompleksnya hubungan antar karakter di dalam film ini, bukanlah hal yang mudah menuangkannya ke dalam film berdurasi 2 jam 24 menit ini. Bryan Singer selaku sutradara sangat berhasil mengarahkan film ini sehingga dapat mengalir baik dengan ekskalasi ketegangan yang semakin meningkat.

Tentu saja penulisan skenario oleh Simon Kinberg amat sangat membantu dalam hal ini, selain editing yang cekatan . Hal teknis lain adalah spesial efek yang superb, keren banget, kelihatan halus, terutama saat adegan Quicksilver beraksi menyelamatkan penghuni asrama akademi, super duper kerennnn.. di era saat ini, dimana teknologi spesial efek semakin canggih menurut saya sangat stand out untuk adegan itu.


Departemen musik adalah hal lain yang patut dipuji, di awal film kita disuguhkan orkestrasi megah dengan vokal ala gregorian atau opera yang mendebarkan. Musik gubahan John Ottman benar-benar menambah keseruan. Sementara pada departemen akting kita bisa melihat sedikit kekurangan pada karakter En Sabah Nur yang tidak terlihat fierce di beberapa adegan. Mungkin efek dari make-up atau apa, entah, saya melihat kurang dari gestur juga Oscar Isaac kurang maksimal. Selain itu saya juga merasa karakter Magneto terlalu overexposed menderita, selalu dibuat dirinya adalah mutan yang paling menderita sedunia, penggalian karakternya kurang luas menurut saya. Di luar itu semua pemain bermain luar biasa, terutama Kodi Smit-McPhee & Tye Sheridan yang tampil prima dan  sangat fresh.

Sementara kekurangan lainnya yang saya temukan adalah saat Nightcrawler, Jean Grey & Cyclops ikut ke dalam helikopter dari Kolonel Stryker. Bagaimana mereka bisa kabur dari Helikopter yang memiliki ruangan yang membatasi kekuatan mereka menjadi plot hole mengganggu buat saya. Mungkin adegannya ada di extended cut, mungkin. Kekurangan kecil tersebut tampaknya tidak mengurangi keasyikan saya menyaksikan film ini.

Singkatnya, kalian pasti nggak mau kelewatan salah satu film yang sangat diantisipasi tahun 2016 ini. Sebuah film superhero yang menghibur, seru, penuh aksi serta dahsyat. Watch it and have fun!

Rate : 4 out of 5 stars


Komentar

  1. phenk, ralat, 3600BC bukan 1800BC

    ~ Cowps ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. 3600 mah lahirnya en sabah nur kayaknya, pas kejadian yang di awal film seinget gw 1800an.. lupa gue, ga bawa buku catetan hahahah

      Hapus
  2. Iya bener, itu yg jadi pertanyaan gw .. Kok bisa nightcrawler ngilang pas di heli 😅
    Thanks reviewnya 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih penasaran nih gw smp sekarang, siplah cha

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Flight 7500

MISTERI DILAILA V2 (2019) - THRILLER HOROR DENGAN TATA PRODUKSI APIK

SUNDUL GAN: THE STORY OF KASKUS (2016)